Marc Marquez Kritik Beban Promosi MotoGP: Kami adalah Atlet!

- Marc Marquez mengkritik padatnya agenda luar lintasan MotoGP, termasuk sponsor, parade, Hero Walk, dan rapat tim, yang harus dijalani pembalap selama akhir pekan balapan.
- Usai MotoGP Indonesia 2026, pembalap Ducati Lenovo Team itu menegaskan pembalap adalah atlet, sementara format akhir pekan MotoGP 2027 akan membuat jadwal semakin intens.
- Marquez mendukung pertumbuhan MotoGP, tetapi meminta pengembangannya tidak membebani pembalap berlebihan dan tetap berpusat pada pertunjukan balapan di lintasan.
Lombok Tengah, IDN Times - Marc Marquez menyoroti padatnya agenda di luar lintasan yang harus dijalani pembalap selama akhir pekan MotoGP. Ia menilai kejuaraan masih bisa berkembang tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada para pembalap.
Pembalap Ducati Lenovo Team itu menyampaikan pandangannya selepas MotoGP Indonesia di Mandalika, Minggu (11/10/2026). Ia mengingatkan bahwa pembalap tetap berstatus sebagai atlet di tengah berbagai kewajiban promosi.
Marquez menjelaskan bahwa kesibukan mereka mencakup kegiatan MotoGP, agenda sponsor, hingga rapat tim. Ia juga menilai jadwal musim depan akan semakin intens.
“Namun, saya pikir ada berbagai cara untuk mengembangkan olahraga ini tanpa terlalu menekan para pembalap. Itulah yang saya rasakan,” kata Marquez.
1. Agenda pembalap mencakup sponsor, parade, hingga Hero Walk

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez mencium medalinya usai memenangkan balapan Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/10/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf) Marquez menjelaskan bahwa kewajiban pembalap tidak hanya berasal dari kegiatan MotoGP. Mereka juga harus mengikuti agenda sponsor dan berbagai rapat selama akhir pekan balapan.
Ia mencontohkan rangkaian kegiatan pada Minggu yang dimulai dengan sesi pemanasan. Setelah itu, pembalap harus cepat berganti pakaian untuk mengikuti parade dan Hero Walk.
Kesibukan berlanjut ketika pembalap kembali untuk membahas hasil pemanasan bersama tim. Menurut Marquez, rapat itu baru bisa dilakukan setelah agenda lain selesai karena sebelumnya tidak ada waktu.
“Pada Minggu ada pemanasan, lalu cepat berganti pakaian, parade, kemudian Hero Walk dengan banyak orang. Setelah itu kembali dan rapat lagi untuk membahas sesi pemanasan karena sebelumnya kami tidak punya waktu,” ujar Marquez.
2. Marquez ingatkan status pembalap sebagai atlet

Pembalap MotoGP, Marc Marquez. (IDN Times/Linggauni) Di tengah rangkaian kegiatan itu, Marquez menegaskan bahwa pembalap merupakan atlet. Ia kemudian menyoroti jadwal musim berikutnya yang menurutnya akan semakin intens.
MotoGP telah mengumumkan perubahan format akhir pekan untuk musim 2027. Kualifikasi Sprint akan berlangsung pada Jumat, sedangkan kualifikasi balapan utama tetap digelar pada Sabtu.
Kedua sesi kualifikasi akan menghasilkan susunan grid yang berbeda untuk Sprint dan balapan utama. Waktu pemanasan MotoGP pada Minggu juga akan dipindahkan ke pembukaan pitlane selama 10 menit menjelang balapan agar pembalap bisa menjalani beberapa putaran pengenalan.
“Pada akhirnya kami adalah atlet,” kata Marquez.
3. Ingin pertumbuhan MotoGP bertumpu pada pertunjukan di lintasan

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez memacu kecepatan sepeda motornya pada balapan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (11/10/2026). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) Marquez menyatakan bahwa ia ingin MotoGP terus berkembang dan semakin besar. Ia menyebut dirinya termasuk orang pertama yang mendukung pertumbuhan kejuaraan ini.
“Sebagai pembalap, kami ingin MotoGP berkembang dan semakin besar. Saya termasuk orang pertama yang menginginkannya,” ujar Marquez.
Menurutnya, ada berbagai cara untuk mengembangkan olahraga ini tanpa terlalu menekan para pembalap. Ia menyampaikan pandangan itu ketika diminta menanggapi situasi kegiatan promosi di MotoGP.
Pada penutup jawabannya, Marquez menekankan pentingnya pertunjukan di lintasan balap. Ia menempatkan aksi balapan sebagai pusat tontonan yang perlu disajikan kepada penggemar.
“Maksud saya, kami perlu menyajikan pertunjukan di lintasan balap, bukan di luar lintasan,” kata Marquez.



















