Marquez Mengaku Pusing karena Kepanasan di Podium Sprint Mandalika

- Marc Marquez mengalami pusing usai memenangkan sprint MotoGP Mandalika karena panas ekstrem, atmosfer sirkuit, dan baju balap kulit, namun pulih setelah berganti pakaian serta menggunakan air dingin.
- Marquez menyebut sprint sangat intens dengan laju lap sekitar 1 menit 29 detik. Ia menekankan perawatan fisik pembalap sama pentingnya dengan menyiapkan motor untuk performa terbaik.
- Setelah pulih, Marquez mengalihkan fokus ke balapan utama Minggu dan agenda Hero Walk, tanpa menetapkan target posisi finis tertentu.
Lombok Tengah, IDN Times - Kemenangan di sprint MotoGP Mandalika menyisakan persoalan fisik bagi Marc Marquez. Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengaku merasa pusing setelah seremoni podium pada Sabtu (10/10/2026).
Marquez menggambarkan balapan berlangsung sangat intens karena ia harus terus memacu motornya. Suhu panas, udara di sirkuit, dan penggunaan baju balap kulit ikut ia soroti ketika menjelaskan kondisinya.
Ia kemudian mengganti pakaian dan menggunakan air dingin untuk membantu pemulihan. Saat berbicara kepada media seusai sprint, Marquez mengatakan kondisinya sudah pulih.
“Ini adalah mimpi buruk balapan sprint dengan suhu seperti ini, mengenakan leathers (baju balap kulit). Bukan hanya leathers-nya, tetapi juga atmosfer dan udaranya (terik/panas),” ujarnya.
1. Memacu motor dengan waktu lap 1 menit 29 detik

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez berselebrasi usai memenangkan balapan Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/10/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf) Marquez menyebut dirinya bekerja keras ketika laju balapan berada di kisaran waktu lap 1 menit 29 detik. Ia menggambarkan tuntutan untuk terus menekan pada kecepatan itu sebagai bagian dari sprint yang sangat intens.
Keluhan pusing muncul setelah ia menjalani podium. Menurut Marquez, pengalaman seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia lalu menuju ruangannya untuk memulihkan kondisi. Marquez mengatakan dirinya sudah kembali merasa baik ketika memberikan keterangan setelah balapan.
“Tapi sekarang saya sudah pulih, jadi ini normal, Anda tahu,” ujarnya.2. Tubuh pembalap dirawat seperti motor

Pembalap MotoGP, Marc Marquez. (IDN Times/Linggauni) Marquez menempatkan perawatan fisik sebagai bagian dari persiapan untuk tampil maksimal. Ia menegaskan bahwa pembalap adalah atlet yang perlu memperhatikan kondisi dirinya.
Ia mengibaratkan perhatian kepada tubuh dengan perawatan motor sebelum berlomba. Bahan bakar segar dan detail kecil pada motor menjadi contoh yang ia gunakan untuk menjelaskan pentingnya persiapan.
Perhatian serupa, menurut Marquez, diperlukan oleh pembalap agar bisa menunjukkan performa terbaik. Karena itu, ia segera mengambil langkah pemulihan ketika merasakan keluhan setelah sprint.
“Karena hal itulah saya mencoba merawat diri sendiri, karena pada akhirnya kami adalah atlet dan kami ingin tampil dengan cara terbaik,” ujar Marquez.3. Fokus beralih ke balapan utama

Pembalap MotoGP, Marc Marquez pada sesi Practice di Sirkuit Mandalika pada Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni) Marquez mengatakan fokusnya langsung berpindah ke balapan utama pada Minggu (11/10/2026). Ia memilih memikirkan apa yang akan dihadapi dalam waktu dekat setelah sprint selesai.
Marquez juga menyinggung kewajiban mengikuti Hero Walk selama 10 menit pada Minggu pagi. Ia mengatakan para pembalap perlu beradaptasi dengan agenda akhir pekan.
Ketika ditanya posisi finis yang akan membuatnya puas, Marquez tidak menyebut angka tertentu. Ia kembali menekankan bahwa perhatiannya tertuju pada akhir pekan ini dan balapan berikutnya.
“Jadi sekarang saya tidak memikirkan lagi balapan sprint, saya memikirkan hari esok. Saya tidak memikirkan masa lalu, saya memikirkan akhir pekan ini,” ujarnya.






















