Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kesulitan Belok di Mandalika, Luca Marini Keluhkan Penurunan Grip Roda Motornya

Kab. Lombok Tengah
3 min read
Kesulitan Belok di Mandalika, Luca Marini Keluhkan Penurunan Grip Roda Motornya
Pembalap MotoGP, Luca Marini setelah sesi Practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)

  • Luca Marini mengeluhkan grip roda depan dan belakang Honda yang rendah saat practice MotoGP Mandalika, membuat motornya sulit berbelok dan kurang nyaman dibandingkan musim lalu.

  • Masalah cengkeraman juga dialami pembalap Honda lain; penggunaan setelan motor tahun lalu serta modifikasi suspensi belum mampu memperbaiki respons RC213V.

  • Catatan waktu Marini sekitar 0,3 detik lebih lambat dari tahun lalu. Ia menilai bendera kuning hanya berpotensi memangkas 0,1 detik, belum cukup menembus 10 besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Tengah, IDN Times - Pembalap MotoGP Luca Marini mengeluhkan penurunan cengkeraman (grip) roda depan saat menjalani sesi practice di Sirkuit Mandalika, Jumat (9/10/2026). Ia merasa motor Honda yang dikendarainya lebih sulit berbelok dan bagian depan tidak mengikuti arah yang diinginkan.

Marini mengaku kurang nyaman di atas motor dibandingkan saat tampil di Mandalika tahun lalu. Selain masalah pada roda depan, ia juga mengeluhkan cengkeraman roda belakang yang sangat rendah.

Menurut Marini, kesulitan mendapatkan cengkeraman pada roda depan dan belakang juga dialami para pembalap Honda lainnya. Penggunaan setelan motor yang sama seperti tahun lalu belum mengatasi masalah, sehingga ia ingin menganalisis data untuk mencari perbaikan.

“Saya sangat kecewa untuk hari ini. Saya tidak mengerti mengapa, tetapi tingkat performa kami sangat rendah hari ini jika dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap Luca Marini.

  1. 1. Penurunan catatan waktu akibat kegagalan traksi mekanis

    Pembalap MotoGP, Luca Marini pada sesi Practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)
    Pembalap MotoGP, Luca Marini pada sesi Practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)

    Performa teknis motor yang kurang maksimal berdampak langsung pada catatan waktu putaran Luca Marini. Ia tertinggal sangat jauh jika dibandingkan dengan torehan kecepatan puncaknya di sirkuit yang sama pada musim lalu.

    Insiden bendera kuning di tikungan terakhir memang sempat sedikit memotong momentum akselerasinya di lintasan. Namun, hal tersebut direkam oleh data telemetri dan tidak akan cukup untuk membawanya masuk ke jajaran 10 besar. Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan pencapaian efisiensi aerodinamikanya tahun lalu saat ia berhasil finis di posisi keempat.

    "Catatan waktu saya 3 per 10 detik lebih lambat. Mungkin lap saat terkena bendera kuning di tikungan terakhir bisa lebih cepat 1 per 10 detik, tapi tetap tidak cukup untuk masuk ke posisi 10 besar," kata Marini.

  2. 2. Komparasi parameter setelan suspensi yang tidak efektif

    Pembalap MotoGP, Luca Marini pada sesi Practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)
    Pembalap MotoGP, Luca Marini pada sesi Practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)

    Menghadapi kebuntuan mekanis, tim teknisi Honda sebenarnya tidak tinggal diam dan telah mencoba modifikasi setup suspensi. Mereka bahkan berinisiatif untuk mengaplikasikan kembali parameter geometri motor yang terbukti sukses meminimalisasi getaran pada tahun lalu.

    Sayangnya, strategi duplikasi data tersebut sama sekali tidak menghasilkan daya cengkeram yang diharapkan oleh sang pembalap. Motor RC213V tetap terasa kaku dan gagal memberikan respons translasi beban yang baik saat digunakan bermanuver.

    Fakta ini mengonfirmasi bahwa akar permasalahan performa pabrikan berlogo sayap tunggal ini tidak hanya sekadar terletak pada setelan pitching dasar. Mereka harus melakukan analisis data algoritma sistem elektronik yang lebih presisi untuk memetakan titik lemahnya.

    "Tentu kalian akan bertanya, 'Ah, apakah tidak sebaiknya menggunakan setelan motor yang sama seperti tahun lalu?', tapi kami sudah melakukannya. Jadi itu tidak bekerja, itu bukan satu-satunya masalahnya," jelas Marini.

  3. 3. Degradasi kinerja kompon ban depan pada titik pengereman

    Pembalap MotoGP, Luca Marini. (IDN Times/Linggauni)
    Pembalap MotoGP, Luca Marini. (IDN Times/Linggauni)

    Selain limitasi sasis, fluktuasi daya cengkeram dari kompon ban menjadi kendala teknis krusial lainnya bagi kubu Honda. Permukaan ban depan dirasa terdegradasi lebih cepat dan tidak sinkron dengan sistem suspensi jika dibandingkan alokasi musim sebelumnya.

    Sementara itu, konstruksi carcass ban belakang yang sangat kaku memang selalu memicu risiko kehilangan traksi di sirkuit ini. Walaupun profil ban belakang terasa identik dengan tahun lalu, hilangnya cengkeraman di bagian depan justru menghancurkan keseimbangan motor secara keseluruhan. Berkurangnya area kontak (contact patch) roda depan ini disinyalir menjadi variabel utama penyebab tingginya rasio kecelakaan sepanjang sesi.

    "Saya merasa ban depan bekerja sedikit lebih buruk, setidaknya bagi kami. Jadi sepertinya ketika cengkeraman roda depan berkurang, kami lebih kesulitan dibandingkan yang lain," pungkas Marini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More