Ngebut Kayak Marquez, Desa Adat Sade Mulai Dibangun di Tengah Euforia MotoGP

Pascakebakaran 22 Agustus 2026, pembangunan 75 rumah adat Sade mencapai 70 persen; 63 unit sudah beratap, tetapi dinding belum dipasang sambil menunggu dana dan arahan pemerintah.
Warga berharap bantuan pemerintah mempercepat pemulihan. Desa tetap dikunjungi 10–15 mobil wisatawan mancanegara per hari, sementara museum sementara dinilai menambah daya tarik.
Kebakaran meludeskan 167 bangunan, termasuk 75 rumah adat dan 69 artshop, dengan kerugian Rp35 miliar serta dampak terhadap 120 KK atau 320 jiwa.
Lombok Tengah, IDN Times - Masyarakat Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mulai bangkit di tengah euforia MotoGP Mandalika 2026. Masyarakat kini mulai membangun kembali rumahnya yang hangus dilalap api pascakebakaran hebat pada 22 Agustus 2026.
Dari 75 rumah yang hangus terbakar, sebanyak 63 unit dibangun ngebut kayak kecepatan motor Marc Marquez. Pembangunan sudah pada tahap pemasangan atap. Namun, masyarakat belum memasang dinding rumah karena masih menunggu dana dari pemerintah.
"Sekarang untuk terbangun sampai atapnya saja sekitar 12 rumah yang belum dari total 75 rumah. Progresnya (keseluruhan) sudah 70 persen," kata tokoh pemuda masyarakat Desa Adat Sade, Rianto ditemui di lokasi, Jumat (9/10/2026).
1. Tunggu dana dan arahan dari pemerintah daerah

Pembangunan kembali rumah adat di Dusun Sade Lombok Tengah, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Rianto menjelaskan sebanyak 63 unit rumah adat yang sudah terbangun sampai atap belum dipasangi dinding. Dia mengatakan masyarakat masih menunggu dana dan arahan dari pemerintah daerah.
Sesuai masterplan, kata dia, pembangunan kembali Desa Adat Sade sesuai dengan bentuk bangunan sebelum kebakaran. Namun, ada sedikit perubahan pada bagian depan atau pintu masuk Desa Adat Sade.
"Untuk 100 persen belum, karena kita menunggu dana dari pemerintah juga. Kalau secara masterplan seperti dulu. Cuma di sini saja yang agak sedikit berubah di bagian depan. Kalau bagian belakang tetap tidak ada perubahan," terangnya.
2. Warga harapkan pembangunan kembali Desa Adat Sade dipercepat

Rumah adat yang sudah terbangun di Desa Adat Sade Lombok Tengah. (IDN Times/Muhammad Nasir) Rianto menambahkan bahwa masyarakat berharap supaya pembangunan kembali Desa Adat Sade dipercepat. Sehingga kondisi masyarakat cepat pulih pascakebakaran. Saat ini, kata dia, memang kondisi masyarakat perlahan sudah mulai pulih. Namun, perlu dilakukan percepatan supaya kembali ke kondisi normal seperti sebelum musibah kebakaran.
"Kalau ada dana dari pemerintah lebih baik langsung ke sini supaya kita bisa lebih cepat bangunkan rumah-rumah yang terbakar. Tapi kami masih menunggu dana dan arahan dari pemerintah," kata dia.
Meskipun kondisi Desa Adat Sade dalam proses pembangunan, namun tetap menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Pria yang berprofesi sebagai pemandu wisata Desa Adat Sade ini menyebutkan sekitar 10 sampai 15 mobil wisatawan mancanegara berkunjung setiap hari.
Masyarakat juga menyambut dibangunnya museum Desa Adat Sade. Saat ini, Pemprov NTB baru membangun museum sementara di Desa Adat Sade. "Kami menerima adanya museum Sade. Itu bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Sade," ujarnya.
3. Ratusan bangunan ludes terbakar, kerugian mencapai Rp35 miliar

Seorang warga Desa Adat Sade bersama anaknya. (IDN Times/Muhammad Nasir) Bupati Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pathul Bahri mengungkap nilai kerugian akibat kebakaran Desa Adat Sade di Kecamatan Pujut, mencapai Rp35 miliar. Meskipun rumah adat yang ludes terbakar bahan dasarnya dari ilalang dan pagar dari kayu, namun nilai budayanya sangat tinggi.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah, total sebanyak 167 bangunan yang ludes terbakar di Desa Adat Sade. Kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade merusak puluhan rumah adat, artshop, masjid dan bangunan adat lainnya.
Adapun rincian 167 bangunan yang ludes terbakar dan rata dengan tanah di desa adat yang menjadi ikon pariwisata NTB tersebut. Rumah adat yang terbakar sebanyak 75 unit, artshop 69 unit dan lumbung alang 8 unit.
Kemudian Berugak Sekepat 6 unit dan Berugak Sekenam Besar 4 unit. Berikutnya, masing-masing satu masjid, bale beleq, toilet umum untuk wisatawan, gerbang desa adat dan pelonggo. Akibat kebakaran sebanyak 120 kepala keluarga (KK) atau 320 jiwa yang terdampak.




















![[BREAKING] Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lombok Barat pada Dini Hari](https://image.idntimes.com/post/20251207/65cb8b0db04d5_fe360218-d5fe-46f6-bda7-e5de470cd4bb.jpg)