Lombok Tengah, IDN Times - Fermin Aldeguer mengaku kesulitan menentukan titik pengereman yang ia inginkan karena belum nyaman dengan cengkeraman ban depan. Pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP itu menjadikan sprint Mandalika, Sabtu (10/10/2026), sebagai kesempatan memperbanyak putaran dan memahami perilaku motornya.
Aldeguer datang ke Mandalika sebagai pemenang balapan utama di sirkuit ini pada 2025. Namun, ia mengaku belum merasakan kenyamanan yang sama pada akhir pekan balapan tahun ini.
Ia meraih posisi keenam dalam kualifikasi sebelum menuntaskan sprint di urutan ketujuh. Di balik hasil itu, Aldeguer ingin mendapatkan lebih banyak informasi dari motor dan mengamati pembalap lain.
“Saya tidak memiliki grip yang baik, saya tidak bisa mengerem di sembarang tempat yang saya inginkan,” ujar Fermin usai Sprint Race, Sabtu (10/10/2026).
Gagal Podium di Sprint, Fermin Aldeguer Gak Nyaman dengan Ban Motornya

Take a Deeper Read
1. Ban depan belum memberi rasa nyaman
Kesulitan Aldeguer mulai terasa sejak Jumat, ketika ia mengaku mengalami dua kecelakaan. Ia juga kesulitan mendapatkan catatan waktu yang bagus dan rasa nyaman pada ban depan.
Saat ditanya mengenai pengaruh ban, kondisi lintasan, dan angin, ia menyebut semua faktor saling berkaitan. Namun, ia kembali menekankan rasa kurang nyaman pada ban depan ketika menjelaskan kesulitannya.
Ia mengaku belum mendapatkan cengkeraman yang baik untuk melakukan pengereman sesuai keinginannya. Aldeguer menghubungkan rasa kurang nyaman itu dengan kesulitan mengetahui batas saat mencoba melaju lebih cepat.
“Ini lebih karena....ya, masalah feeling dengan ban depan,” ujarnya.
2. Kualifikasi membaik, tetapi kembali crash
Pada Sabtu, Aldeguer memanfaatkan sesi Q1 untuk mencari kecepatan yang lebih baik. Ia akhirnya mendapatkan posisi keenam dalam kualifikasi dan menilai hasil itu cukup bagus sebagai bekal balapan.
Namun, ia kembali terjatuh pada menit-menit akhir kualifikasi. Aldeguer kemudian tiba di sprint dengan rasa nyaman yang belum sesuai harapan.
Ia mengakui masuk tikungan sedikit terlalu cepat ketika terjatuh pada Sabtu. Aldeguer juga mengatakan belum mengetahui secara pasti batas yang bisa dicapai motornya.
“Saya rasa ini posisi yang bagus untuk memulai balapan, tapi yang pasti, saya mengalami kecelakaan di menit-menit akhir,” ujarnya.
3. Menambah putaran untuk mengumpulkan informasi
Dengan kondisi itu, Aldeguer memilih memperbanyak putaran di atas motor selama sprint. Ia ingin mengumpulkan informasi sekaligus mengamati apa yang dilakukan pembalap lain.
Ia menuntaskan balapan di posisi ketujuh. Walau belum merasakan kenyamanan seperti tahun lalu, Aldeguer menilai dirinya sudah membuat kemajuan besar pada Sabtu.
Aldeguer masih melihat balapan utama pada Minggu (11/10/2026) sebagai kesempatan berikutnya setelah menjalani hari yang sulit. Ia mengatakan akan melihat di mana dirinya bisa finis pada balapan itu.
“Saya tidak merasakan feeling yang sama seperti tahun lalu, tapi hari ini kami berhasil membuat langkah kemajuan yang cukup besar, itu jelas,” ujarnya.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Marquez Mengaku Pusing karena Kepanasan di Podium Sprint Mandalika11 Oct 2026, 08:14 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB