Lombok Tengah, IDN Times - Wakil CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, mengatakan MotoGP berencana berada di Indonesia setidaknya hingga 2031. Ia menyebut adanya kesepakatan lima tahun dengan pemerintah Indonesia agar MotoGP bisa terus "ngaspal" demi penggemar di Tanah Air.
Ezpeleta juga mengatakan penyelenggara tetap berencana menggelar balapan di Qatar sambil memantau situasi di kawasan itu. Ia menegaskan keselamatan dan kesejahteraan staf serta penggemar menjadi prioritas utama.
Demi Penggemar Indonesia, MotoGP Ingin Lanjut "Ngaspal" hingga 2031

Take a Deeper Read
1. Kesepakatan lima tahun dengan pemerintah Indonesia
Ezpeleta mengonfirmasi adanya kesepakatan lima tahun dengan pemerintah Indonesia. Ia menyampaikan hal itu ketika ditanya tentang pembaruan kontrak.
Menurut Ezpeleta, MotoGP berencana berada di Indonesia setidaknya hingga 2031. Ia mengaitkan rencana itu dengan kesepakatan bersama pemerintah.
“Seperti yang kamu katakan, kita punya kesepakatan lima tahun dengan pemerintah Indonesia dan kita berencana untuk berada di sini setidaknya hingga tahun 2031,” kata Ezpeleta.
2. Balapan Qatar tetap direncanakan, situasi terus dipantau
Ezpeleta mengatakan penyelenggara masih berencana menggelar balapan di Qatar. Namun, situasi di kawasan itu terus dipantau dengan cermat.
Ia menempatkan keselamatan dan kesejahteraan seluruh staf serta penggemar sebagai prioritas utama. Karena itu, pemantauan situasi akan terus dilakukan.
“Ya, tentu saja kami memantau situasi ini dengan cermat. Kami berencana untuk tetap menggelar balapan di Qatar, tetapi keselamatan dan kesejahteraan seluruh staf serta penggemar adalah prioritas utama kami. Jadi, kami akan terus memantau situasinya,” ujarnya.
3. Pengalaman Valencia menjadi contoh perlunya rencana darurat
Ditanya kapan keputusan terkait Qatar bisa diambil, Ezpeleta mengatakan untuk saat ini semuanya sudah terencana. Ia menekankan perlunya bekerja sama dengan tim dan promotor untuk memastikan kondisi aman sekaligus menyiapkan rencana darurat.
Ezpeleta mencontohkan kejadian tidak terduga di Valencia pada 2024 yang membuat penyelenggara harus mengorganisasi acara di tempat lain dalam 10 hari. Menurutnya, kejadian tidak terduga selalu bisa muncul.
“Seperti kejadian tidak terduga di Valencia pada tahun 2024, kami harus mengorganisasi acara di tempat lain hanya dalam waktu 10 hari. Keadaan yang tidak terduga selalu bisa terjadi, jadi kami harus bekerja sama dengan tim dan promotor untuk memastikan semuanya aman serta menyiapkan rencana darurat,” katanya.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Carlos Ezpeleta Buka Peluang Penyesuaian soal Warm-up MotoGP10 Oct 2026, 07:05 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- Wakil CEO Bantah Format Baru MotoGP Korbankan Keselamatan Pembalap demi Hiburan10 Oct 2026, 07:03 WIB