Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Keluhkan LPG 3 Kg Langka, Pertamina Pastikan Stok di Lombok Aman

Warga Keluhkan LPG 3 Kg Langka, Pertamina Pastikan Stok di Lombok Aman
Ilustrasi LPG 3 Kg. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Warga di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kg pascalebaran. Selain langka, warga mengeluhkan harga LPG 3 Kg mengalami kenaikan hingga Rp24 ribu per tabung.

Sementara, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan bahwa penyaluran LPG subsidi 3 kg di wilayah Pulau Lombok tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Meskipun terjadi peningkatan konsumsi menjelang dan setelah hari besar keagamaan.

Penegasan ini disampaikan menyusul adanya informasi di masyarakat terkait dugaan kenaikan harga LPG 3 kg akibat keterbatasan pasokan di beberapa titik. Menanggapi hal tersebut, Pertamina memastikan bahwa kondisi stok secara umum dalam keadaan aman, sementara kendala yang sempat terjadi di lapangan bersifat sementara dan disebabkan oleh tingginya penyerapan di tingkat pangkalan.

1. Lonjakan permintaan akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat

Kondisi pasokan LPG 3 Kg pada salah satu pangkalan di Lombok Tengah.
Kondisi pasokan LPG 3 Kg pada salah satu pangkalan di Lombok Tengah. (dok. Pertamina)

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Rabu (25/3/2026) menjelaskan bahwa lonjakan permintaan dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam menyambut momentum Hari Raya Nyepi, Idul Fitri dan tradisi Lebaran Ketupat.

Untuk menjaga ketersediaan, Pertamina telah menambah pasokan melalui program extra dropping selama bulan Maret. Di Kabupaten Lombok Tengah, tambahan distribusi mencapai 89.600 tabung atau sekitar 13,2 persen dari alokasi bulan Maret. Sementara di Kabupaten Lombok Timur, tambahan pasokan tercatat sebanyak 110.320 tabung atau dengan persentase yang sama.

2. Perkuat pengawasan distribusi dan prioritas penyaluran ke pangkalan dengan konsumsi tinggi

Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain penambahan pasokan, kata Ahad, Pertamina juga memperkuat pengawasan distribusi dengan memprioritaskan penyaluran ke pangkalan dengan tingkat konsumsi tinggi. Kemudian memastikan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET), serta melakukan pembinaan kepada mitra penyalur.

Koordinasi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait turut diintensifkan guna menjaga stabilitas distribusi di lapangan.“Pertamina secara konsisten menyalurkan LPG subsidi sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah serta melakukan pemantauan berkala agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat,” kata dia.

3. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan

Tabung LPG 3 Kg.
Tabung LPG 3 Kg. (dok. Pertamina)

Ahad menambahkan sebagai langkah edukasi, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diimbau menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukannya.

LPG subsidi 3 kg diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Ahad juga menyarankan masyarakat supaya membeli LPG di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News NTB

See More

Heboh! Video Syur Polisi Ndao Beredar Luas, Propam Siapkan Sidang Etik

25 Mar 2026, 20:06 WIBNews