Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tragis! Ayah Bunuh Anak Kandung Usia 9 Tahun di Mataram

Tragis! Ayah Bunuh Anak Kandung Usia 9 Tahun di Mataram
Warga Karang Kemong Kota Mataram heboh dengan kasus pembunuhan anak kandung, Sabtu (21/10/2023). (dok. Istimewa)
Share Article

Mataram, IDN Times - Peristiwa tragis dialami NRF, seorang anak gadis berusia 9 tahun di Lingkungan Karang Kemong, Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban dibunuh ayah kandungnya inisial S (46) di rumahnya sendiri pada Sabtu (21/10/2023) sekitar pukul 15.35 WITA.

Kini, pelaku sudah ditahan Satreskrim Polresta Mataram untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku tega menghabisi nyawa putrinya yang saat ini duduk di bangku kelas 3 sekolah Dasar (SD) diduga karena tersinggung dengan ucapan korban.

1. Pelaku baru rujuk dengan ibu korban

Polisi melakukan olah TKP pembunuhan anak kandung di Karang Kemong Kota Mataram. (dok. Istimewa)
Polisi melakukan olah TKP pembunuhan anak kandung di Karang Kemong Kota Mataram. (dok. Istimewa)

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama menjelaskan berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban adalah anak kandung dari pelaku. Pada saat berusia satu tahun, korban sudah ditinggalkan oleh pelaku yang merupakan ayah kandungnya.

Pelaku dan ibu korban baru sebulan ini rujuk. "Kayaknya ada ketersinggungan ucapan dari putrinya, yang mengakibatkan pelaku emosi sehingga terjadi penganiayaan hingga korban meninggal dunia," tutur Yogi.

2. Leher korban lebam dan gigi graham patah

Ilustrasi kasus pembunuhan. (IDN Times/Cije Khalifatullah)
Ilustrasi kasus pembunuhan. (IDN Times/Cije Khalifatullah)

Peristiwa itu terjadi, pada Sabtu (21/10/2023) sekitar pukul 15.35 WITA, ketika korban NRF bersama adiknya pulang mandi dan adik korban keluar duluan. Menurut keterangan saksi dan para tetangga, terdengar seperti barang yang dibenturkan ke lantai dan tembok dari rumah korban.

Sekitar pukul 16.00 WITA, pelaku sempat meminta tolong tetangga untuk mengecek kondisi anaknya. Karena menurut pengakuan pelaku, anaknya terjatuh di kamar mandi dan tidak sadarkan diri.

Saat diperiksa oleh tetangga dan ibu korban, keadaan korban sedang tidak sadar dalam posisi tidur berselimut sarung dengan keadaan lebam di sekitar leher dan gigi graham kiri patah.

3. Pelaku sempat kabur

Ilustrasi ruang autopsi RS Bhayangkara Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi ruang autopsi RS Bhayangkara Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selanjutnya korban dibawa ke salah satu klinik di Mataram, namun pada saat penanganan korban, pelaku sempat kabur dari klinik tersebut. Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.

"Kalau dilihat dari kondisi jenazah, ditemukan lebam di leher, patah gigi bawah sebelah kiri, dan lebam pada mata kanan, kemungkinan penyebabnya benda tumpul, pukulan atau tamparan," terang Yogi.

Sementara ini, pelaku sudah diamankan di Polresta Mataram. Pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Muhammad Nasir
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Marak Kasus Kekerasan, Kemenag NTB Moratorium Izin Pendirian Ponpes

18 Jun 2026, 19:51 WIBNews