Tiga Jembatan Putus Diterjang Banjir, Satu Kecamatan di Bima Terisolir

Bima, IDN Times - Tiga jembatan penghubung antara Kecamatan Ambalawi dan Wera Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) putus diterjang banjir, Minggu malam (2/2/2025). Kondisi itu menyebabkan Kecamatan Wera terisolir.
"Tiga jembatan putus yakni jembatan Tololai, jembatan Spui dan jembatan Ujung Kalate. Kemudian ruas jalan di Desa Talapiti dipenuhi lumpur gak bisa dilewati kendaraan," kata Camat Ambalawi, Abdul Muis dihubungi Senin (3/2/2025).
1. Kecamatan Wera terisolir

Menurut dia, akibat dari jembatan putus itu lalu lintas kendaraan baik dari Kecamatan Ambalawi ke Kecamatan Wera atau sebaliknya lumpuh total. Pengendara baru bisa masuk ke Kecamatan Wera harus melalui jalur Kecamatan Sape.
"Kendaraan sudah gak bisa lewat jika mau ke Wera atau sebaliknya. Kecuali melalui Kecamatan Sape bisa, tapi itu jaraknya lumayan cukup jauh," bebernya.
2. Gedung dan pagar sekolah roboh akibat tanah longsor

Selain putuskan jembatan, banjir juga menyebabkan tanah longsor di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi hingga mengakibatkan Gedung Serba Guna (GSG) roboh. Kemudian puluhan meter talud dan pagar SMP Muhammadiyah setempat rusak.
"Tidak hanya itu, banjir juga merusak ratusan hektae lahan pertanian warga. Sekarang tanaman padi petani kita sudah tertutup lumpur semua," jelasnya.
3. Tiga korban ditemukan meninggal

Hingga kini, tiga korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka masing-masing warga dari Desa Wora dan Nangawera Kecamatan Wera.
Diberitakan sebelumnya, banjir setinggi 4 meter menerjang Kecamatan Wera-Ambalawi dan sekitarnya mulai Minggu siang, (2/2/2025) hingga malam. Enam warga Desa Nangawera dan satu korban lainnya dari Desa Wora hanyut terseret banjir.


















