Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terdengar Suara Ledakan, 9 Rumah Dinas TNI AD di Kupang Ludes Terbakar
Upaya pemadaman kebakaran di kompleks asrama TNI AD Kota Kupang. (Dok Polresta Kupang Kota)
  • Kebakaran melanda kompleks Asrama TNI AD di Jalan Swakarya, Kota Kupang, Sabtu malam 12 September 2026, menghanguskan sembilan rumah dinas yang dihuni personel aktif dan purnawirawan.
  • Api diduga berawal dari rumah yang ditempati Serma Aloyius setelah terdengar ledakan, lalu cepat merambat akibat angin kencang; sejumlah penghuni tidak sempat menyelamatkan barang.
  • Petugas damkar, Polda NTT, dan Polresta Kupang Kota mengerahkan empat armada hingga api padam beberapa jam kemudian. Tidak ada korban jiwa, sementara penyebab pasti masih diselidiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran menghanguskan sembilan unit rumah dinas TNI AD di kompleks asrama TNI AD di Kota Kupang. Tidak ada laporan korban jiwa.
  • Who?
    Sembilan rumah dihuni personel aktif dan purnawirawan TNI, termasuk Serma Aloyius, Praka I Made Ryan Merdiana, Pratu Rizaldi Gunawan, serta sejumlah anggota Korem, Kodim, dan Denkes Kupang.
  • Where?
    Kompleks Asrama TNI AD, Jalan Swakarya RT 026/RW 006, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Kebakaran terjadi pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 21.30 WITA. Sejumlah penghuni mendengar ledakan sekitar pukul 21.15 WITA.
  • Why?
    Polisi menduga api dipicu korsleting atau hubungan pendek arus listrik dari salah satu rumah. Penyebab pasti hingga saat ini masih dalam penyelidikan.
  • How?
    Api diduga muncul dari rumah yang ditempati Serma Aloyius dan cepat merambat akibat angin kencang. Petugas memadamkan api dengan dua mobil damkar serta kendaraan AWC Polda NTT dan Polresta Kupang Kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api membakar sembilan rumah dinas TNI di Kupang pada malam Sabtu. Api diduga mulai dari listrik yang korslet di satu rumah, lalu cepat menyebar karena angin kencang. Warga mendengar ledakan. Petugas pemadam dan polisi memadamkan api. Tidak ada orang yang meninggal. Polisi masih mencari tahu penyebab pastinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Kebakaran melanda kompleks Asrama TNI AD di Jalan Swakarya RT 026/RW 006, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa pada pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 21.30 WITA ini menyebabkan sembilan unit rumah dinas TNI hangus terbakar.

Dugaan sementara kebakaran tersebut akibat korsleting listrik. Api muncul dari salah satu rumah dinas yang kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lainnya karena angin yang cukup kencang. Sejumlah warga menyebut api awalnya terlihat dari rumah yang ditempati Serma Aloyius. Sebelum kebakaran membesar, warga juga mendengar suara ledakan dari arah rumah tersebut.

1. Tak ada korban jiwa

Upaya pemadaman kebakaran di kompleks asrama TNI AD Kota Kupang. (Dok Polresta Kupang Kota)

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Nelson F. Quintas turun langsung ke lokasi dan terlibat dalam pemadaman juga memastikan kebakaran tersebut tidak lagi meluas. Dalam keterangan yang diperoleh, diketahui sembilan rumah yang terbakar ini ditempati personel aktif maupun purnawirawan TNI.

Kebakaran itu menghanguskan rumah yang ditempati Praka I Made Ryan Merdiana (anggota Kodim 1604/Kupang), Serma Aloyius (anggota Denkes Kupang), Serka Purnawirawan Hermen Pandie, Pratu Rizaldi Gunawan (Babinsa Rote Ndao/BP Staf Ter Korem 161/Wirasakti) dan Sertu Carlos (anggota Denkes Kupang). Kemudian rumah yang ditempati Serma Nurdin (anggota Korem 161/Wirasakti), Praka Agung (anggota Korem 161/Wirasakti), Serka Purn Alex Maya (pensiunan Korem 161/Wirasakti), serta Serka Purn Amir (pensiunan Kodim 1604/Kupang).

Pemadaman dilakukan petugas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Kupang, personel Polda NTT, Polresta Kupang Kota, dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil AWC Polda NTT, serta satu unit AWC Polresta Kupang Kota dikerahkan ke lokasi.

"Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujar Nelson F. Quintas yang memimpin penanganan kebakaran malam itu.

2. Sempat terdengar ledakan diduga dari korsleting listrik

Upaya pemadaman kebakaran di kompleks asrama TNI AD Kota Kupang. (Dok Polresta Kupang Kota)

Pada saat kejadian, Serka Purn Amir selaku salah satu korban mengaku dikejutkan suara ledakan dari luar rumah saat dirinya sedang bersiap tidur sekitar pukul 21.15 WITA. Begitu ia keluar dan memeriksanya, ternyata api sudah membesar dan membakar salah satu rumah di bagian ujung kompleks.

"Kobaran api kemudian bergerak cepat ke arah rumahnya sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya," jelas dia.

Penghuni lainnya, Praka Agung Triwahyudi, juga sedang berada di dalam rumah dan terkejut mendengar alarm lonceng yang dibunyikan penghuni asrama yang sempat dikiranya terjadi gempa. Namun setelah keluar rumah, ia melihat kobaran api berasal dari rumah yang ditempati Serma Aloyius. Menurut Agung, dalam waktu kurang dari lima menit kobaran api sudah menjalar ke sejumlah bangunan.

"Saat itu angin sedang berembus cukup kencang. Api kemudian dengan cepat merambat ke rumah-rumah lain," lanjut dia.

3. Penyebab pasti masih diselidiki

Upaya pemadaman kebakaran di kompleks asrama TNI AD Kota Kupang. (Dok Polresta Kupang Kota)

Beberapa penghuni sempat berusaha menyelamatkan berkas dan barang penting dari dalam rumah. Namun karena api semakin membesar, mereka tidak berani kembali masuk ke rumah yang terbakar.

Petugas berupaya mengendalikan api dengan empat armada pemadam kebakaran sekaligus mencegah kobaran merambat ke bangunan lain di sekitar kompleks asrama. Api berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian. Hingga dengan saat ini polisi masih menduga kebakaran dipicu korsleting atau hubungan pendek arus listrik dari salah satu rumah.

"Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article