Super Flu Jangkit 2 Warga NTT, Terdeteksi saat Pergantian Tahun

- Dua pasien warga NTT terkonfirmasi positif Super Flu dan telah dinyatakan sembuh
- Imbauan ke fasilitas kesehatan sudah disampaikan melalui grup WhatsApp dan sedang disusun edaran kewaspadaan
- Ditemukan dari hasil pemeriksaan sequencing influenza pada 31 Desember 2025
Kupang, IDN Times - Kasus Super Flu terdeteksi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan temuan dua pasien yang terkonfirmasi positif. Dinas Kesehatan Provinsi NTT mengkonfirmasi hal tersebut dan telah mengeluarkan imbauan penanganan dan penanggulangan di berbagai fasilitas layanan kesehatan di setiap kabupaten dan kota di NTT.
Kepala Dinkes Provinsi NTT, drg. Iin Andriani, melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Maria Elisabeth Anggreini, membenarkan informasi tersebut. "Untuk kasus Super Flu sudah ada 2 pasien terkonfirmasi positif di NTT," katanya, Rabu (7/1/2026).
1. Dinkes segera terbitkan surat edaran kewaspadaan

Dua pasien ini adalah warga NTT usia anak dan dewasa yang telah mendapat penanganan dan telah pulih dari Super Flu. Sementara ini imbauan ke tiap fasyankes disampaikan melalui berbagai grup WhatsApp (WA) untuk mempercepat koordinasi. Dinkes sementara menyusun edaran untuk kewaspadaan terhadap Super Flu untuk diperhatikan masyarakat.
"Sudah disampaikan ke fasyankes masing-masing dinkes kabupaten untuk pencegahan dan penanggulangannya, dan intensif koordinasi dengan pengelola program terkait, kami sedang buat draft edaran kewaspadaan antisipasinya," kata Maria.
2. Virus terdeteksi jelang pergantian tahun

Maria mengemukakan Super Flu adalah Varian Influenza A (H3N2) subclade K yang sebelumnya telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025. Sementara di Untuk di NTT sendiri terdeteksi dua spesimen positif Influenza type A subvarian H3N2 subclade K ini.
Penyakit ini terdeteksi dari hasil pemeriksaan sequencing influenza kegiatan Surveilans Influenza Like Illness (ILI) Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Hasil pemeriksaan ini dilakukan jelang pergantian tahun dan diumumkan ke tiap fayankes pada 1 Januari 2026.
"Pemeriksaan ini dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya tanggal 31 Desember 2025, Hal ini memicu kekhawatiran publik karena penyebarannya yang cepat dan gejala lebih parah dibanding flu yang lain serta terjadi lonjakan kasus di sejumlah negara," tukasnya.
3. Ini langkah-langkah mengantisipasi penyebaran Super Flu

Pihaknya sementara mengeluarkan imbauan berupa langkah antisipasi dan pencegahan sebagai berikut :
1. Meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan dini, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit penyerta;
2. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, serta menerapkan etika batuk dan bersin; 3. Melakukan vaksinasi influenza secara berkala, khusus bagi kelompok rentan dan tenaga kesehatan, untuk menurunkan risiko penularan dan keparahan penyakit;
4. Menjaga daya tahan tubuh;
5. Segera melakukan pemeriksaan kesehatan apabila muncul gejala influenza yang berat atau memburuk, seperti demam tinggi, sesak napas, atau kelelahan ekstrem;
6. Membatasi kontak dengan orang lain dan beristirahat di rumah bagi individu yang alami gejala tersebut;
7. Tenaga medis mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, Terimakasih

















