SPBU Pancor Hentikan Sementara Pengisian BBM Mobil Dinas Pemkab Lotim

Lombok Timur, IDN Times - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pancor Lombok Timur, menghentikan sementara pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk seluruh instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim). SPBU ini memang biasanya menjadi tempat para pejabat mengisi BBM kendaraan dinasnya.
Penghentian tersebut dilakukan karena Pemkab Lotim menunggak pembayaran sampai batas waktu yang telah disepakati dalam kontrak. Dampak penundaan tersebut menyebabkan pihak SPBU kesulitan keuangan untuk membayar BBM ke Pertamina.
1. Tunggakan capai Rp700 juta lebih

Manajer SPBU Pancor, Edwin Hadi Wijaya mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Lotim telah menjalin kerja sama untuk pengisian BBM untuk kendaraan dinas yang ada di seluruh instansi. Dalam kontrak tersebut, ada MoU batas waktu pembayaran yaitu tanggal 10 setiap bulannya. Pada bulan ini, sebut Edwin, Pemkab Lotim telah melewati batas akhir pembayaran.
Atas alasan tersebut, pihaknya kemudian menghentikan sementara pelayanan pengisian BBM kendaraan dinas. Karena setiap bulan nilai pembayaran BBM cukup besar.
"Tunggakannya cukup besar, setiap bulannya sekitar Rp700 juta hingga Rp800 juta," terang Edwin.
2. Sudah sering memberikan kelonggaran

Edwin mengatakan bahwa sebenarnya pihaknya tidak terlalu ketat terkait batas waktu pembayaran tersebut. Hal ini karena pihaknya telah lama menjalin kerja sama dengan pihak Pemkab Lotim.
Tetapi karena kondisi kesulitan keuangan, pihaknya terpaksa melakukan pengetatan dengan menghentikan sementara pengisian BBM untuk kendaraan Dinas ini. Karena uang tersebut untuk melayani penebusan BBM untuk melayani kendaraan umum lainnya.
"Sekitar 40 lebih instansi yang dilayani untuk pengisian BBM ini, tanggal 11 kemarin semuanya masih menunggak dan kita hentikan pelayanan, tetapi mulai hari ini sebagian sudah mulai membayar, sekitar 4-6 instansi," imbuhnya.
3. Dipastikan akan lunas dibayar

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lotim Hasni mengatakan, pihaknya membantah telat melakukan pembayaran. Batas akhir pembayaran yaitu tanggal 10 tersebut bertepatan dengan hari Minggu yang merupakan hari libur.
Hal itulah yang menyebabkan tertundanya pembayaran. Tetapi mulai hari ini, seluruhnya akan dibayarkan lunas.
"Mulai hari ini kita akan bayar lunas, tidak akan ada penundaan lagi," tegas Hasni .
















![[QUIZ] Sudah Tersakiti tapi Masih Bertahan? Cari Tahu Alasannya dari Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251113/pexels-gustavo-fring-4173140_8317ea12-c705-4b40-9e7b-c03fd3b3b51d.jpg)
![[QUIZ] Bagaimana Kepribadianmu saat Sendirian? Cari Tahu di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260404/1000013396_7125005e-5677-451a-8d3d-0ba37705bec5.jpg)

