Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seribu Warga Adonara Mengungsi dan Trauma Gempa Susulan
Warga Adonara jadi korban gempa. (Dok Polres Flores Timur)
  • Gempa magnitudo 3,7 mengguncang Pulau Adonara, NTT, memicu kepanikan warga dan menyebabkan lebih dari seribu orang mengungsi akibat kerusakan rumah serta gempa susulan yang terus terjadi.
  • BPBD Flores Timur menyalurkan bantuan darurat seperti tenda dan logistik, sementara Polres Flores Timur melakukan trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan terdampak bencana.
  • Pemkab Flores Timur mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat tetap tenang, mengikuti langkah mitigasi gempa, serta hanya mengakses informasi dari BMKG dan BPBD untuk keselamatan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
9 April 2026

BMKG mencatat gempa magnitudo 4,7 terjadi di Flores Timur akibat aktivitas sesar aktif. Gempa ini menjadi awal rangkaian gempa susulan yang terus berlangsung.

10 April 2026

Gempa berkekuatan magnitudo 3,7 mengguncang Pulau Adonara siang hari, menyebabkan kepanikan dan kerusakan di beberapa desa. BPBD Flores Timur melaporkan 1.100 warga mengungsi dan ratusan rumah rusak.

10 April 2026

Pemkab Flores Timur menerbitkan surat imbauan resmi terkait kewaspadaan gempa bumi. Surat tersebut berisi arahan mitigasi dan kesiapsiagaan bagi masyarakat serta anjuran untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

kini

BPBD Flores Timur masih melakukan penanganan darurat dan menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak. Polres Flores Timur mengirim empat polwan untuk melakukan trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan lebih dari seribu warga Pulau Adonara mengungsi dan mengalami trauma akibat guncangan susulan yang terus terjadi.
  • Who?
    Warga Pulau Adonara terdampak gempa, BPBD Flores Timur menangani darurat, BMKG memantau aktivitas sesar aktif, Polres Flores Timur melakukan trauma healing, serta Pemkab Flores Timur mengeluarkan imbauan kewaspadaan.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan dampak terparah di Desa Terong dan Lamahala Jaya serta beberapa desa lain seperti Motonwutun, Dawataah, dan Karing Lamalouk.
  • When?
    Gempa terjadi pada Jumat siang, 10 April 2026, setelah sebelumnya wilayah tersebut diguncang gempa beruntun sejak Rabu, 9 April 2026. Hingga kini guncangan susulan masih terus dirasakan warga setempat.
  • Why?
    Berdasarkan keterangan BMKG Kupang, gempa dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang juga menyebabkan gempa magnitudo 4,7 dua hari sebelumnya. Aktivitas ini menimbulkan rangkaian gempa susulan di kawasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada gempa lagi di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur. Banyak rumah rusak dan orang-orang takut sekali. Sekitar seribu orang pergi ke tempat aman dan tidur di luar karena masih ada gempa kecil. Polisi dan petugas bantu kasih tenda, makanan, dan selimut. Anak-anak juga diajak bermain supaya tidak takut lagi. Pemerintah bilang semua harus tenang dan hati-hati kalau ada gempa lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (10/4/2026) siang dan dampak paling terasa di wilayah Pulau Adonara. Gempa berkekuatan magnitudo 3,7 itu membuat warga di sana panik dan trauma karena ratusan rumah mereka sebelumnya rusak akibat gempa beruntun yang sama.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa besar ini merupakan rangkaian gempa susulan yang terus terjadi sejak Rabu lalu (9/4/2026) hingga dengan hari ini.

"Gempa dangkal ini dipicu aktivitas sesar aktif yang sebelumnya juga memicu gempa magnitudo 4,7 pada Rabu lalu," jelas BMKG melalui Kepala Stasiun Geofisika Kupang dalam keterangan tertulisnya.

1. Dua desa terparah

Warga Adonara jadi korban gempa. (Dok Polres Flores Timur)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nemo, mengatakan warga saat ini memilih mengungsi secara mandiri. Banyak warga yang juga trauma dan memilih bertahan di luar rumah seperti di lapangan luas.

Data BPBD Flores Timur hingga pagi tadi mencatat sebanyak 1.100 jiwa di sana mengungsi akibat gempa yang terus terjadi.

“Banyak juga yang tinggal di luar karena guncangan susulan masih terus terjadi,” ujar dia, Jumat (10/4/2026).

Gempa ini berdampak di Desa Terong, Lamahala Jaya, Motonwutun, Dawataah, dan Karing Lamalouk yang semuanya berada di Pulau Adonara. Namun begitu Desa Terong yang jadi wilayah dengan kerusakan terparah yaitu 134 rumah rusak dan 670 jiwa terdampak, diikuti di Desa Lamahala dengan 70 rumah rusak dengan 430 jiwa terdampak. Ia menyebut jumlah ini bisa bertambah karena gempa yang masih terasa.

2. Polisi lakukan trauma healing

Polisi beri trauma healing ke warga Adonara yang jadi korban gempa. (Dok Polres Flores Timur)

BPBD Flores Timur saat ini terus melakukan penanganan darurat. Sejumlah bantuan seperti tenda, kasur, selimut, beras, dan logistik lainnya telah disalurkan ke lokasi terdampak.

Warga yang jadi korban bencana alam ini menderita trauma dan kepanikan berlebih terutama anak-anak. Pemulihan trauma juga tala dilakukan langsung oleh anggota Polres Flores Timur.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengatakan ada empat polisi wanita (polwan) melakukan trauma healing pada anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

3. Imbauan Pemkab Flores Timur

Warga Adonara jadi korban gempa. (Dok Polres Flores Timur)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur telah mengeluarkan surat imbauan resmi terkait kewaspadaan gempa bumi tertanggal 10 April 2026. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, serta mengikuti arahan resmi.

Sekretaris Daerah Flores Timur Yakobus Ara Kian dalam surat yang diterbitkannya itu mengarahkan camat serta kepala desa hingga lurah untuk menyampaikan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan kepada masyarakat, menyusul gempa magnitudo 4,5 yang terjadi sebelumnya dan masih diikuti gempa susulan.

"Warga yang berada di dalam bangunan diminta berlindung di bawah meja yang kokoh, melindungi kepala dengan benda empuk, serta menjauhi kaca dan benda yang berpotensi jatuh," bunyi imbauan itu.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera menuju area terbuka saat gempa dan terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD. BMKG sendiri mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi dari kanal yang telah terverifikasi.

Editorial Team