Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sepi Penumpang, Wings Air Setop Rute Penerbangan Lombok-Malang
Pesawat Wings Air di Bandara Lombok. (dok. Istimewa)

Mataram, IDN Times - Baru sekitar enam bulan beroperasi, penerbangan langsung rute Lombok-Malang resmi dihentikan. Maskapai Wings Air menghentikan layanan tersebut setelah tingkat keterisian penumpang (load factor) dinilai terlalu rendah untuk menopang operasional.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan M. Saleh, mengungkapkan bahwa rata-rata tingkat keterisian penumpang pada rute tersebut hanya berkisar 30 hingga 40 persen di setiap penerbangan.

"Rute Lombok-Malang mengalami penghentian penerbangan karena load factor yang rendah. Tingkat keterisiannya hanya sekitar 30 sampai 40 persen per penerbangan," ujar Sahlan kepada IDN Times, Rabu (1/7/2026).

1. Rute penerbangan Lombok-Malang dianggap tidak menguntungkan

Ketua BPPD NTB Sahlan M. Saleh. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak Wings Air, Sahlan mengatakan maskapai menilai rute Lombok-Malang sudah tidak layak dipertahankan dari sisi bisnis.

"Kami tidak bisa mencegah situasi seperti itu karena maskapai tentu memiliki pertimbangan bisnis. Hal itu juga harus kita pahami," katanya.

Meski demikian, Wings Air masih mempertahankan penerbangan langsung rute Lombok-Banyuwangi. Menurut Sahlan, tingkat keterisian penumpang pada rute tersebut masih tergolong baik sehingga operasional tetap berjalan.

"Penerbangan Lombok-Banyuwangi masih cukup baik. Mungkin karena dari sisi harga tiket masih lebih kompetitif dibandingkan penumpang harus transit ke Surabaya terlebih dahulu untuk menuju Lombok," jelasnya.

2. Harus memperkuat promosi

Pesawat Wings Air di Bandara Lombok. (dok. Istimewa)

Sahlan menilai perlu adanya penguatan promosi pada seluruh destinasi yang telah memiliki penerbangan langsung menuju Lombok. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga pebisnis dan pelaku perjalanan lainnya.

Menurutnya, keberlanjutan maupun penambahan rute penerbangan ke NTB sangat bergantung pada pertumbuhan sektor pariwisata. Semakin tinggi jumlah kunjungan wisatawan, semakin besar peluang maskapai membuka rute baru.

"Termasuk melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan industri yang mampu mengeksekusi program-program pemerintah daerah," ujarnya.

Sebagai informasi, Wings Air mulai melayani penerbangan langsung rute Lombok-Malang pada 15 Desember 2025, disusul rute Lombok-Banyuwangi pada 21 Desember 2025. Kedua rute tersebut dioperasikan menggunakan pesawat ATR berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi dengan frekuensi penerbangan setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

3. Tujuan bisnis Maskapai Lion di Lombok

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Saat peluncuran rute tersebut, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa pembukaan penerbangan langsung Lombok-Malang dan Lombok-Banyuwangi bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat dari dan menuju Lombok.

Selain mendukung sektor pariwisata, rute tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi NTB serta mempercepat distribusi produk UMKM dan logistik yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama melalui jalur transit.

Saat ini, Lion Air Group masih melayani sejumlah rute dari Bandara Internasional Lombok. Lion Air mengoperasikan penerbangan Lombok–Jakarta sebanyak tujuh kali seminggu, Lombok–Surabaya 28 kali seminggu, Lombok–Balikpapan tiga kali seminggu, dan Lombok–Makassar 21 kali seminggu.

Sementara itu, Batik Air melayani rute Lombok–Kuala Lumpur tujuh kali seminggu dan Lombok–Jakarta 14 kali seminggu. Adapun Wings Air masih melayani rute Lombok–Bima 21 kali seminggu, Lombok–Sumbawa 14 kali seminggu, Lombok–Tambolaka 14 kali seminggu, Lombok–Waingapu 14 kali seminggu, serta Lombok–Labuan Bajo 14 kali seminggu.

Selain itu, Super Air Jet mengoperasikan penerbangan Lombok–Yogyakarta tujuh kali seminggu, Lombok–Batam melalui transit di Yogyakarta tujuh kali seminggu, serta Lombok–Jakarta sebanyak 28 kali seminggu.

Editorial Team

Related Article