Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Salat Idul Fitri 1447 H, Warga Tumpah Ruah Padati Kantor Gubernur NTB

Salat Idul Fitri 1447 H, Warga Tumpah Ruah Padati Kantor Gubernur NTB
Ribuan warga memadati Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
5W1H
  • Ribuan warga Mataram memadati Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB untuk salat Idul Fitri 1447 H, dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur NTB setelah lima tahun digelar di Islamic Center.
  • Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menekankan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, membangun karakter lebih baik, serta mempererat komitmen bersama menuju NTB yang makmur dan mendunia.
  • Ia juga menegaskan nilai Ramadan sebagai madrasah kehidupan yang mengajarkan kesabaran, empati, dan pentingnya menahan diri demi keseimbangan hidup serta kepedulian terhadap sesama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mataram, IDN Times - Ribuan warga Kota Mataram tumpah ruah memadati Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026) pagi. Pemprov NTB kembali menggunakan Lapangan Bumi Gora sebagai lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri setelah lima tahun terakhir digelar di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) NTB.

Tercatat, Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB terakhir digunakan sebagai lokasi salat id pada 2021 lalu. Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB menampung ribuan jemaah. Salat Idul Fitri 1447 H/2026 Masehi dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal - Indah Dhamayanti Putri.

1. Momentum memperkuat solidaritas sosial

IMG-20260321-WA0027.jpg
Ribuan warga memadati Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan hari raya Idul Fitri adalah merayakan kemenangan. Tetapi kemenangan sejati bukan hanya karena telah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Dia mengatakan kemenangan sejati adalah ketika menjadi lebih baik, ketika hati menjadi lebih peduli, tangan lebih ringan untuk berbagi, dan langkah lebih kuat untuk membantu sesama.

"Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai kesempatan untuk membentuk karakter yang lebih baik, momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperkuat solidaritas sosial, dan memperkuat komitmen kita semua untuk membangun NTB yang lebih makmur dan mendunia," kata dia.

2. Ramadan madrasah kehidupan

IMG-20260321-WA0032.jpg
Ribuan warga memadati Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Iqbal menambahkan satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan sebagai perjalanan spiritual yang indah dan penuh makna. Di bulan Ramadan, setiap detik terasa lebih bernilai, setiap doa yang dipanjatkan terasa lebih dekat kepada langit, dan setiap kebaikan melipat gandakan pahala.

"Suasana sahur yang penuh kehangatan, lantunan ayat-ayat suci Alquran yang menggema di masjid-masjid, hingga kebersamaan saat berbuka puasa menghadirkan kedamaian yang menyejukkan hati," kata dia.

Ramadan selain menjadi wahana mengisi kekosongan hati, juga merupakan madrasah kehidupan yang menumbuhkan kesabaran, memperhalus akhlak, serta menumbuhkan rasa empati kepada sesama. Di dalamnya, kata Iqbal, tersimpan keindahan kebersamaan, keistimewaan keberkahan, dan kebahagiaan batin yang menjadikan setiap insan merasa tidak hanya lebih dekat dengan Allah SWT tetapi juga lebih peduli terhadap sesama manusia.

"Ramadan mendidik kita agar menjadi manusia yang tidak hanya saleh secara pribadi, namun juga saleh secara sosial. Karenanya, nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama harus tetap kita hidupkan tidak hanya di bulan Ramadan," tambahnya.

3. Pentingnya menahan diri

IMG-20260321-WA0025.jpg
Warga bersalam-salaman usai pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Sabtu (21/3/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menjelaskan bahwa ibadah puasa Ramadan salah satu inti ajarannya adalah pentingnya menahan diri. Menahan diri adalah syarat utama dari upaya menjaga keseimbangan, baik itu keseimbangan hidup maupun keseimbangan alam.

Puasa Ramadan bukan hanya menahan diri dari haus dan lapar tetapi juga hawa nafsu. "​Alih-alih menuruti ketamakan hawa nafsu, melalui puasa dan zakat justru kita diajarkan untuk berbagi. Berbagi karena kesadaran penuh bahwa kita tidak hidup sendiri," tandasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News NTB

See More