Miris! 20.084 Anak di NTB Tidak Mengenyam Pendidikan Jenjang SMA/SMK

Mataram, IDN Times - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 20.084 anak tidak sekolah (ATS) pada jenjang pendidikan SMA/SMK dan SLB sederajat. Kepala Dinas Dikpora NTB Syamsul Hadi menjelaskan puluhan ribu anak tidak sekolah jenjang pendidikan menengah itu, bukan hanya anak yang putus sekolah.
Tetapi puluhan ribu ATS itu, ada yang memang belum pernah sekolah. Selain itu, ada juga yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK dan SLB sederajat.
"Jadi anak tidak sekolah itu, tidak hanya drop out atau anak putus sekolah, tapi anak belum pernah sekolah, ada juga anak yang lulus tidak melanjutkan," kata Syamsul di Mataram, Senin (4/5/2026).
1. Rencanakan bentuk Satgas penanganan anak tidak sekolah

Syamsul mengatakan Dikpora NTB bersama Pemda kabupaten/kota akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Sebanyak 20.084 anak usia sekolah SMA/SMK dan SLB sederajat yang tidak mengenyam pendidikan menengah itu memang cukup tinggi.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menemukan anak yang tidak sekolah sesuai data tersebut. Selain itu, Dinas Dikpora NTB juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk penyelarasan data penduduk dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Karena memang anak tidak sekolah itu adalah kesenjangan antara data yang ada di data kependudukan dengan data Dapodiknya. Jadi anak yang tidak ada di dalam Dapodik tapi dia adalah sebagai penduduk, maka dia itu anak tidak sekolah," kata dia.
2. Perlu verifikasi dan validasi data

Syamsul menambahkan bahwa dari data 20.084 anak tidak sekolah jenjang pendidikan menengah itu, perlu dilakukan verifikasi dan validasi data lagi sehingga dapat segera dilakukan penanganan. Dia kembali mengatakan bahwa data sebanyak 20.084 anak tidak sekolah itu, bukan semuanya drop out tetapi ada yang memang belum pernah sekolah.
Dari puluhan ribu anak tidak sekolah itu, bisa jadi ada yang sudah sekolah tetapi tidak terdeteksi di data kependudukan. "Oleh karena itu kita akan terus melakukan verifikasi dan validasi untuk memastikan jumlah riilnya," tambah Syamsul.
3. Gubernur NTB minta Dikpora fokus tangani anak tidak sekolah

Sementara, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memerintahkan Dinas Dikpora NTB agar memberikan fokus dalam penanganan anak tidak sekolah. Iqbal mengatakan sudah terlalu lama Dinas Dikpora sibuk mengurus proyek fIsik.
"Sudah waktunya sekarang kita punya Dinas Pendidikan yang fokus memikirkan kualitas, termasuk memastikan bahwa anak-anak kita itu semua memiliki akses kepada pendidikan dan tidak ada yang putus di tengah jalan," kata Iqbal.
Jangan sampai, kata eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu, anak-anak usia sekolah tidak mengenyam pendidikan atau putus sekolah karena persoalan ekonomi. "Kita harus memberi kesempatan pada mereka untuk bermimpi dan kita membantu mewujudkan mimpi mereka," ujarnya.




![[QUIZ] Sudah Disakiti Berkali-kali, Tapi Kamu Tetap Bertahan? Ini Jawabannya!](https://image.idntimes.com/post/20260426/pexels-rdne-6669876_ffe53f2d-54ac-457b-872a-97b9d01c774b.jpg)













