Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mendikdasmen Sebut MBG Bermanfaat bagi Siswa di Kupang

Mendikdasmen Sebut MBG Bermanfaat bagi Siswa di Kupang
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti saat berkunjung ke Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sangat bermanfaat bagi siswa dan telah menjangkau 95 persen murid di seluruh Indonesia.
  • Sebanyak 55 persen sekolah di NTT mengalami kerusakan, dengan 809 sekolah masuk program revitalisasi tahun 2026 sebagai bagian dari upaya nasional memperbaiki fasilitas pendidikan.
  • Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebut ada 242 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi aktif yang mendukung MBG, membantu anak-anak bersekolah dengan kondisi gizi lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Indonesia, Abdul Mu'ti dalam kunjungannya di Kupang menegaskan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang bermanfaat bagi para siswa.

Ia menyatakan ini dalam kunjungannya di Kota Kupang, Senin (4/5/2026), sebelum membuka Rapat Koordinasi Implementasi Program Kemendikdasmen dan Sinkronisasi Kebijakan Daerah di Hotel Aston Kupang.

Dalam kesempatan yang sama ia menyebut 55 persen jumlah sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengalami kerusakan. Seluruh sekolah ini akan diintervensi agar direhabilitasi dan direvitalisasi.

1. Yang salahkan MBG disebutnya keliru

Seorang pejabat mengenakan pakaian adat berbicara di depan mikrofon didampingi beberapa orang dalam acara kunjungan di Kupang.
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti (tengah) saat berkunjung ke Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Kunjungan ini dilakukan Abdul Mu'ti bersama Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, didampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, serta para bupati dan Wali kota Kupang, Christian Widodo.

Abdul awal mengungkap berbagai program edukasi bagi para siswa dan kebijakan yang bermanfaat bagi guru hingga kepala sekolah.

Pada saat yang sama ia menegaskan bahwa tidak benar MBG disebut sebagai program yang mubazir. Menurutnya program Presiden Prabowo Subianto ini sangat bermanfaat bagi para siswa di Indonesia.

"Jadi kalau ada yang menyatakan MBG tidak mendukung pendidikan itu salah bin keliru karena penerima manfaat makanan bergizi itu paling banyak anak sekolah," ungkap Abdul.

Ia juga mengklaim sudah 95 persen murid-murid atau siswa di seluruh Indonesia yang menikmati program tersebut.

"Terakhir itu 43 juta penerima MBG itu murid sekolah mulai dari TK sampai SLTA. Itu sudah 95 persen murid menerima MBG," tandasnya.

2. Sebanyak 55 persen sekolah rusak

Seorang pejabat berbicara di depan mikrofon saat diwawancarai oleh sejumlah jurnalis di Kupang, didampingi beberapa orang di sekitarnya.
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti saat berkunjung ke Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pada saat yang sama ia menyebut 809 satuan pendidikan atau sekolah di NTT yang menjadi program revitalisasi tahun 2026. Sementara jumlah sekolah yang rusak di NTT ada 7.400 dari 14 ribu, mulai jenjang PAUD sampai SMA/SMK, atau sekitar 55 persen secara total. Sedangkan di Indonesia sendiri saat ini sebanyak 192 ribu sekolah yang rusak.

Program revitalisasi di NTT ini ditandai dengan TK Kristen Kota Kupang pada hari yang sama. Untuk April 2026 ini saja, kata dia, sebanyak 9 satuan pendidikan telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan 800 sekolah lainnya dalam proses PKS.

"Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT," tandasnya.

Secara nasional di tahun ini, jelas dia lagi, akan dilaksanakan revitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan anggaran mencapai Rp 14 triliun.

"Tapi kami masih berjuang sesuai arahan Bapak Presiden untuk tambahan 60 ribu satuan pendidikan sehingga totalnya bisa 71 ribu," kata dia.

3. Sudah 242 SPPG

FB_IMG_1775724512340.jpg
Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

Gubernur NTT Melki Laka Lena sebelumnya menyebut jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif kini ada 242 unit. Seluruhnya ini tersebar di seluruh kabupaten/kota se NTT.

Melki juga menyatakan program MBG ini berdampak luar biasa. Menurutnya tidak semua anak berangkat ke sekolah dengan kondisi perut yang cukup terisi.

"Bagi banyak keluarga dengan ekonomi rendah, memenuhi kebutuhan gizi harian masih menjadi tantangan. Dan melalui MBG juga, anak-anak jadi semangat ke sekolah,” ucap Melki beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan program MBG merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT.

"Manfaat MBG tentu meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotorik anak dengan menyediakan nutrisi seimbang untuk pertumbuhan otak dan energi fisik anak di sekolah," tambahnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More