RSUD Lombok Timur Bakal Disulap Jadi Rumah Sehat Baznas

- Ketua Baznas RI, H. Sodik Mudjahid, menyetujui perubahan status RSUD Lombok Timur menjadi Rumah Sehat Baznas setelah melakukan pemeriksaan langsung terhadap kesiapan fasilitas dan administrasi rumah sakit.
- Bupati Haerul Warisin menjelaskan bahwa RSUD Lombok Timur awalnya dibangun tahun 2017 dengan dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat senilai Rp30 miliar di atas lahan milik Pemda.
- Perubahan pengelolaan ini diharapkan mengembalikan fungsi rumah sakit untuk melayani masyarakat kurang mampu serta mendukung pemindahan fasilitas ke Kecamatan Masbagik demi pemerataan layanan kesehatan.
Lombok Timur, IDN Times – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, H. Sodik Mudjahid, menyetujui perubahan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur di Kelurahan Labuhan Haji menjadi Rumah Sehat Baznas. Keputusan ini menjadi langkah awal transformasi layanan kesehatan berbasis zakat di daerah tersebut.
Persetujuan tersebut diberikan setelah Sodik Mudjahid melakukan pemeriksaan fisik secara langsung ke RSUD Lombok Timur pada Kamis (23/4/2026). Kunjungan itu sekaligus memastikan kesiapan fasilitas sebelum proses perubahan status resmi dijalankan.
1. Telah memenuhi syarat

Dalam pemeriksaan tersebut, Sodik ingin memastikan kesiapan RSUD Lombok Timur, termasuk kesiapan peralatan. Hasil pemeriksaan secara umum menunjukkan bahwa rumah sakit telah memenuhi standar Rumah Sehat Baznas. Kini tinggal menunggu kesepakatan semua pimpinan terkait kerja sama anggaran.
"Peralatannya bagus-bagus, tinggal pengaturan alokasi anggaran. Secara administratif, bupati telah mengirim surat perubahan status tersebut. Tinggal kita bahas secara pleno. Insyaallah bulan ini kita akan khusus melakukan pleno," jelas Sodik.
Ia menambahkan bahwa persoalan ke depan adalah bagaimana mengembangkan rumah sakit, terutama dari sisi alat.
"Saya datang ke sini bersama Ketua Baznas NTB. Dukungan saya maksimum, tapi secara prosedur harus dikukuhkan dalam rapat pleno untuk membahas persoalan anggaran. Untuk besaran anggaran, kami belum bisa memberikan keterangan," ujar Sodik.
2. RSUD Lombok Timur dibangun dari dana Zakat

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin memaparkan perjalanan zakat di Lombok Timur yang dimulai sejak adanya Perda Zakat Nomor 9 Tahun 2002 dan terbentuknya Bazda. Ia juga menceritakan sejarah RSUD Lombok Timur yang justru dibangun dari dana umat berupa zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
"RSUD yang dahulu bernama Rumah Sakit Islam (RSI) Kita ini dibangun pada tahun 2017 di atas lahan Pemda dengan dana pembangunan sebesar Rp30 miliar yang bersumber sepenuhnya dari ZIS masyarakat Lombok Timur. Selanjutnya, fasilitas dan alat kesehatan dilengkapi dari APBD Lombok Timur," jelas Bupati.
3. Melayani masyarakat miskin

Dengan rencana pengelolaan RSUD Lombok Timur oleh Baznas RI yang beralih menjadi Rumah Sehat Baznas, Bupati berharap rumah sakit tersebut kembali pada fungsi awalnya, yakni melayani masyarakat kurang mampu. Ia juga meminta Baznas RI membantu Pemda melengkapi peralatan RSUD yang nantinya akan dipindahkan ke Kecamatan Masbagik, mengingat banyak alat kesehatan yang tidak bisa dipindahkan karena terpasang permanen.
Saat ini, jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur mencapai 1,5 juta jiwa yang sangat membutuhkan fasilitas kesehatan. Pemindahan RSUD dari Labuhan Haji ke Masbagik diharapkan mampu melayani masyarakat di Kecamatan Masbagik, Pringgasela, dan Sukamulia.
"Apalagi, alat kesehatan senilai Rp30 miliar yang dijanjikan Kementerian Kesehatan baru akan terealisasi pada tahun 2027, dan jumlahnya pun dinilai masih kurang," pungkas Warisin.
![[QUIZ] Sendirian tapi Banyak Pikiran? Ini Gambaran Kepribadianmu!](https://image.idntimes.com/post/20260305/pexels-khoa-vo-2347168-4016610_20a923d6-2a78-4526-b8f2-8096d7130634.jpg)







![[QUIZ] Pernah Merasakan Sesuatu yang Gak Bisa Dijelaskan? Cari Tahu di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20251030/pexels-belacheers-1892512_27c4933c-3ef5-4512-8254-3348665415d1.jpg)









