Kolaborasi RI-Australia Dorong Ekspor Lobster dan Udang di NTB

- Indonesia dan Australia memperkuat riset ekonomi biru melalui dua proyek BRIN-KONEKSI di Lombok Utara untuk mendukung ketahanan pangan, budidaya berkelanjutan, dan mata pencaharian pesisir.
- Proyek pertama mengolah limbah cangkang udang menjadi astaxanthin bernilai tinggi, sedangkan proyek kedua mengembangkan pakan lobster berkelanjutan berbahan larva black soldier fly, kerang lokal, dan kecerdasan buatan.
- BRIN menyatakan kolaborasi ini memperluas pertukaran pengetahuan serta jejaring dengan masyarakat, industri, UMKM, dan nelayan, dengan sasaran membantu peningkatan ekspor lobster dan udang.
Lombok Utara, IDN Times - Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama riset untuk mendukung ketahanan pangan dan inovasi di bidang ekonomi biru. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier mengunjungi Pusat Riset Budidaya Laut, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Lombok Utara, Rabu (4/11/2026).
Dia meninjau dua proyek riset RI-Australia yang didukung melalui Skema Pendanaan Bersama BRIN-KONEKSI di bidang Bioekonomi Kelautan. "Lewat program KONEKSI kami mendukung hubungan antara banyak sekali lembaga penelitian di Indonesia dengan universitas di Australia," kata Rod Brazier usai meninjau Pusat Riset Budidaya Laut BRIN di Lombok Utara, Rabu (4/11/2026).
1. Proyek kolaboratif untuk menciptakan nilai ekonomi dari sumber daya laut

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. (IDN Times/Muhammad Nasir) Dijelaskan, proyek-proyek kolaboratif ini mengembangkan cara inovatif untuk menciptakan nilai ekonomi dari sumber daya laut. Sekaligus mendukung budidaya perikanan yang berkelanjutan dan mata pencaharian masyarakat pesisir.
“Australia dan Indonesia berinvestasi pada penelitian yang memberikan manfaat praktis bagi masyarakat," tambahnya.
Melalui kemitraan dengan BRIN, kata Rod Brazier, pihaknya mendukung inovasi yang membantu memastikan sumber daya laut lebih berkelanjutan, memperkuat mata pencaharian masyarakat pesisir, serta menciptakan peluang baru untuk kerja sama ekonomi.
"Hasil risetnya sangat bermanfaat, saya baru saja mendengar beberapa contoh penelitian di antara Australia dan Indonesia yang manfaatnya nyata. Akan memberdayakan ekonomi NTB dan ke depan mempererat hubungan antara komunitas sains di Australia dan Indonesia," ujarnya.
2. Dua proyek riset inovasi kelautan RI-Australia

Pusat Riset Budidaya Laut, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir) Sebanyak dua proyek riset kolaboratif antara peneliti Indonesia dan Australia yang sedang berjalan. Proyek pertama dipimpin oleh peneliti BRIN Syahputra Wibowo bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, dan Curtin University, Australia.
Proyek ini mengeksplorasi metode untuk mengubah limbah cangkang udang menjadi astaxanthin. Sebuah antioksidan bernilai tinggi yang digunakan dalam suplemen kesehatan, sehingga menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus mengurangi limbah.
Proyek kedua dipimpin oleh peneliti BRIN Sunarti Sinaga bersama Universitas Brawijaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Griffith University, Australia. Proyek riset ini mengembangkan pakan lobster berkelanjutan yang berasal dari larva lalat black soldier fly dan kerang lokal, sekaligus memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung budidaya lobster.
Secara bersama-sama, kata dia, proyek-proyek ini menunjukkan bagaimana kolaborasi riset Australia-Indonesia dapat mendukung inovasi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah pesisir.
3. Memperkuat jejaring peneliti BRIN

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari. (IDN Times/Muhammad Nasir) Sementara, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari mengatakan riset kolaboratif ini akan memperkuat kolaborasi antara peneliti Indonesia dan Australia. Dengan riset ini, para peneliti dapat berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, riset ini juga akan memperkuat jejaring para peneliti BRIN dengan masyarakat, industri, UMKM dan nelayan. Dengan adanya riset kolaboratif ini, kata Puji, tujuan akhirnya adalah membantu meningkatkan ekspor lobster dan udang.
"Ini kan pakan lobster, bagaimana limbah udang bernilai tambah. Itu bisa dimanfaatkan juga, jadi membantu masyarakat sekitar. Endingnya bisa membantu peningkatan ekspor untuk lobster dan udang," kata dia.



















