Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ratusan UMKM Raup Omzet Rp2,94 Miliar saat MotoGP Mandalika 2026

Kota Mataram
3 min read
Ratusan UMKM Raup Omzet Rp2,94 Miliar saat MotoGP Mandalika 2026
Ilustrasi UMKM lokal NTB saat ajang MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Sebanyak 769 UMKM di dalam dan sekitar Sirkuit Mandalika mencatat omzet total Rp2,94 miliar selama MotoGP Mandalika 9–11 Oktober 2026.
  • Commercial Booth menjadi penyumbang omzet terbesar, Rp1,125 miliar atau 38,3 persen; penjualan memuncak pada hari ketiga dengan sekitar Rp1,638 miliar.
  • ITDC melibatkan UMKM binaan, pemerintah daerah, dan komunitas melalui ruang perdagangan serta Mandalika Street Food Festival untuk memperkenalkan kuliner dan kreativitas daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengungkapkan ratusan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meraup omzet sebesar Rp2,94 miliar saat ajang MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 lalu. Jumlah UMKM yang berjualan di dalam dan luar area Sirkuit Mandalika sebanyak 769 UMKM.

Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menyampaikan bahwa keterlibatan UMKM dalam MotoGP Mandalika 2026 merupakan bagian dari upaya ITDC untuk memperluas akses pasar. Serta meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan peluang dari kegiatan berskala nasional maupun internasional.

“Ke depan, ITDC akan mendorong peningkatan kapasitas UMKM, mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, hingga akses pemasaran. Dengan kesiapan usaha yang semakin baik, pelaku UMKM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas dan memanfaatkan peluang ekonomi dari berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan Mandalika,” kata Febrina, Rabu (4/11/2026).

  1. 1. Rincian UMKM yang dilibatkan saat MotoGP Mandalika 2026

    IMG-20260114-WA0000.jpg
    Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Febrina menjelaskan bahwa dari 769 UMKM yang tercatat berpartisipasi dalam MotoGP Mandalika 2026, ekosistem komersial di kawasan Sirkuit Mandalika melibatkan 310 tenant. Terdiri atas 300 UMKM dan 10 merek nasional (national brand).

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 180 merupakan UMKM Dinas, 73 tenant berada di area Festival, 47 tenant di area grandstand, serta masing-masing lima tenant di area Nusantara dan Paddock Cafe. Partisipasi ini turut mencakup 34 UMKM binaan InJourney Group dan 30 UMKM binaan Pertamina di area Festival, serta pelaku usaha dari 10 kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam Lombok Sumbawa Festival (LSF).

    Sementara di luar kawasan Sirkuit Mandalika, sebanyak 459 UMKM turut meramaikan aktivitas perdagangan di berbagai titik, termasuk 189 UMKM di area Bazaar Mandalika dan Mandalika Street Food Festival (MSFF) Volume 2 serta 270 UMKM di area parkir dan sejumlah titik di sekitar sirkuit.

  2. 2. Kontribusi terbesar dari area komersial

    IMG-20261104-WA0012.jpg
    UMKM saat MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Istimewa)

    Febrina mengungkapkan dari total omzet yang tercatat Rp2,94 miliar, kontribusi terbesar berasal dari area Commercial Booth sebesar Rp1.125.167.280 atau 38,3 persen. Selanjutnya, UMKM Binaan menyumbang Rp848.999.700 atau 28,9 persen, UMKM Dinas sebesar Rp715.013.000 atau 24,3 persen, serta Paddock Area sebesar Rp251.384.588 atau 8,5 persen.

    Dikatakan, aktivitas penjualan UMKM mencapai puncaknya pada hari ketiga penyelenggaraan MotoGP Mandalika, dengan omzet sekitar Rp1,638 miliar atau 55,7 persen dari total omzet selama tiga hari. Dari sisi produk, makanan lokal menjadi kategori dengan kontribusi terbesar, yakni 29,7 persen, diikuti kopi sebesar 22,9 persen, minuman sebesar 20 persen, Snack sebesar 16,8 persen, dan Western Food sebesar 10,7 persen.

    "Data tersebut menunjukkan besarnya kontribusi produk kuliner terhadap aktivitas perdagangan selama event berlangsung. Sejumlah tenant juga mencatat nilai penjualan yang menonjol seperti Soto Seger Boyolali, Batagor Sultan dan Bakso Maulana Barokah," jelasnya.

  3. 3. MSFF jadi ruang memperkenalkan produk kuliner

    IMG-20261027-WA0017.jpg
    Salah seorang pengunjung membeli produk UMKM saat gelaran MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Selain aktivitas perdagangan di area komersil, kata Febrina, ITDC juga menghadirkan Mandalika Street Food Festival (MSFF) Volume 2 pada 9–10 Oktober 2026 di kawasan Bazaar Mandalika. Kegiatan itu .engusung konsep community-based tourism bertema tropis, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku usaha dan komunitas untuk memperkenalkan produk kuliner serta kreativitas daerah kepada pengunjung.

    Dia menjelaskan penyediaan ruang komersial dan keterlibatan pelaku usaha dalam event internasional, ITDC terus mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang mendukung aktivitas pariwisata di Mandalika.

    "Upaya ini diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha bagi UMKM sekaligus meningkatkan keterhubungan antara penyelenggaraan event, aktivitas wisata, dan perekonomian daerah," tandasnya.

Related Articles

See More