Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Resmi Beroperasi, Ini Alasan Sekolah Rakyat Dibangun di Pelosok KLU

Kab. Lombok Utara
3 min read
Resmi Beroperasi, Ini Alasan Sekolah Rakyat Dibangun di Pelosok KLU
Sekolah Rakyat Permanen di Lombok Utara. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Sekolah Rakyat Permanen Lombok Utara resmi beroperasi pada 2 November 2026 di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, dengan lahan 6,71 hektare.
  • KLU dipilih sebagai lokasi pertama karena kesiapan lahan dan administrasi, bukan akibat tingkat kemiskinan tinggi; siswa berasal dari berbagai kabupaten/kota di NTB.
  • Proyek APBN senilai Rp241,97 miliar menampung 595 siswa miskin ekstrem jenjang SD hingga SMA, dilengkapi gedung pendidikan, asrama, dan fasilitas penunjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Utara, IDN Times - Sekolah rakyat permanen di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), resmi beroperasi pada Senin (2/11/2026). Sekolah yang berada di daerah pelosok KLU itu dibangun pada lahan seluas 6,71 hektare.

Jarak Dusun Amor-Amor Desa Gumantar Kecamatan Kayangan dari ibukota Kabupaten Lombok Utara sekitar 24 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dengan rute jalan utama Pemenang-Bayan. Sekolah Rakyat Lombok Utara terletak persis di pinggir jalan utama Pemenang-Bayan.

Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) NTB Ahmad Masyhuri menjelaskan alasan pembangunan sekolah rakyat di pelosok KLU. Dia mengatakan KLU menjadi lokasi pertama pembangunan sekolah rakyat karena merupakan daerah yang paling siap dari sisi kesiapan lahan.

"Kalau alasan, ini cita-citanya kita membangun di semua kabupaten/kota. Cuma yang paling siap KLU, maka dibangunkan di sini. Yang siap secara lokasi dan administrasi itu KLU," kata Masyhuri dikonfirmasi usai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Siswa Sekolah Rakyat Lombok Utara, Senin (2/11/2026).

  1. 1. Bukan karena tingkat kemiskinan KLU tinggi

    IMG-20261102-WA0033.jpg
    Kepala Dinsos PPA NTB Ahmad Masyhuri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Masyhuri menjelaskan setelah Sekolah Rakyat Lombok Utara selesai dibangun dan beroperasi, selanjutnya akan menyusul pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Sumbawa. Untuk pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Sumbawa, kata dia, akan segera dilakukan tender oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

    Masyhuri juga mengatakan pembangunan sekolah rakyat di Lombok Utara bukan karena tingkat kemiskinan yang tinggi di kabupaten tersebut. Karena siswa sekolah rakyat yang ditampung di sana berasal dari kabupaten/kota lainnya di NTB.

    "Tidak juga (karena kemiskinan tinggi). Tapi memang kalau dari segi pendidikan iya. Tapi kan sekolah rakyat ini bukan hanya memikirkan KLU. Hari ini dari seluruh NTB ada (siswanya)," kata dia.

  2. 2. Pembangunan sekolah rakyat di perkotaan kesulitan lahan

    IMG-20261102-WA0022.jpg
    Siswa Sekolah Rakyat Lombok Utara. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Dia menambahkan bahwa seluruh kabupaten/kota di NTB mengusulkan pembangunan sekolah rakyat. Pemerintah Pusat juga rencananya akan membangun 500 sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Artinya, kata Masyhuri, semua kabupaten/kota akan dibangun sekolah rakyat termasuk di NTB.

    Namun, kata dia, ada kendala yang dihadapi dalam pembangunan sekolah rakyat terutama di daerah perkotaan yaitu kesiapan lahan. "Di NTB ini yang kesulitan lahan untuk pembangunan sekolah rakyat itu daerah perkotaan," tuturnya.

  3. 3. Menampung 595 siswa miskin ekstrem

    IMG-20261102-WA0021.jpg
    Sekolah Rakyat Permanen di Lombok Utara. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Sekolah Rakyat Lombok Utara dibangun di atas lahan seluas 6,71 hektare dengan total luas bangunan mencapai 28.445,78 meter persegi. Nilai kontrak pembangunan mencapai Rp241,97 miliar yang bersumber dari APBN.

    Sekolah rakyat tersebut menampung sebanyak 595 siswa miskin ekstrem dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebanyak 595 siswa yang ditampung di Sekolah Rakyat Permanen Lombok Utara berasal dari enam kabupaten/kota di NTB.

    Di antaranya, Lombok Utara sebanyak 256 orang, Lombok Barat 134 orang, Lombok Timur 152 orang, Sumbawa 41 orang, Bima 3 orang dan Kota Mataram 9 orang. Fasilitas yang dibangun di Sekolah Rakyat Lombok Utara meliputi Gedung SD, Gedung SMP, dan Gedung SMA.

    Kemudian fasilitas hunian berupa Rusun Guru, Asrama Putri SD, Asrama Putra SD, Asrama Putri SMP, Asrama Putra SMP, Asrama Putri SMA, Asrama Putra SMA, dan Asrama Putra/Putri lainnya. Sedangkan fasilitas penunjang dan fasilitas umum berupa Gedung Serbaguna, Masjid, Kantin SD, SMP, SMA, Guest House, Pump Room & Power House, Ruang Genset & Gedung Perawatan, Gudang & Kitchen Lab, Gedung TPS, serta lapangan olahraga.

Related Articles

See More