Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ratusan Pengungsi di Nagekeo Terisolasi di Perbukitan tanpa Bantuan
Warga pengungsi di Nagekeo masih terisolir dan belum dapat bantuan. (Dok Istimewa)
  • Ratusan pengungsi Desa Marapokot, Nagekeo, bertahan di tiga perbukitan selama tiga hari pascagempa magnitudo 7,7 Flores tanpa bantuan medis dan logistik.
  • Air bersih serta makanan habis; pengungsi, termasuk anak-anak dan lansia, tidur beralaskan terpal, mulai sakit, dan mencari sisa bahan pangan dari reruntuhan.
  • Akses menuju Nagekeo terputus atau tertutup longsor, menghambat bantuan; BNPB mencatat 68 meninggal, 213 luka, termasuk delapan korban jiwa di Nagekeo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Ratusan warga Desa Marapokot di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terpaksa bertahan hidup di tiga titik perbukitan setelah tiga hari pascagepma magnitudo 7,7 mengguncang Flores. Kondisi mereka sangat memprihatinkan karena bantuan medis maupun pasokan logistik tak kunjung tiba di lokasi pengungsian.

Menurut pengakuan seorang warga bernama Afik, para pengungsi yang terdiri dari anak-anak hingga lansia kini telah kehabisan air bersih dan makanan. Mereka terpaksa tidur di tenda seadanya beralaskan terpal, bahkan beberapa orang di antaranya dilaporkan sudah mulai jatuh sakit.

Untuk bertahan hidup selama tiga hari terakhir, para korban terpaksa menggeledah dan memilah reruntuhan demi mencari sisa-sisa bahan makanan. Tanpa adanya kejelasan kapan bantuan akan datang, mereka mengaku pasrah dan tak tahu sampai kapan mampu bertahan dalam kondisi tersebut.

1. Warga bertahan dengan makanan seadanya

Warga pengungsi di Nagekeo masih terisolir dan belum dapat bantuan. (Dok Istimewa)

Sebelumnya, para pengungsi sempat saling berbagi air dan makanan, termasuk membagikan 1.000 liter air bersih yang sayangnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan di titik lainnya. Khusus di posko Desa Aloripit, terdapat sekitar 134 kepala keluarga asal pesisir Marapokot yang terdampak sangat parah akibat gempa.

Saat ini pasokan logistik mereka telah habis total dan para korban bingung harus mencari bantuan ke mana lagi. Afik mengatakan bahwa ketiga titik pengungsian tersebut memang belum tersentuh bantuan sama sekali.

Ketidakpastian ini membuat para pengungsi tak tahu harus mengadu ke siapa hingga mereka tak sanggup menahan tangis. Mereka kini hanya bisa pasrah berjuang bertahan hidup di tengah kondisi keterbatasan yang sangat memprihatinkan.

"Dari tiga titik itu belum pernah dapat bantuan sama sekali. Jumlah kalau keseluruhan pengungsi di sana belum tahu pasti," kata Afik saat dihubungi pada Senin (17/8/2026).

2. Tiga titik pengungsian disebut belum mendapat bantuan

Warga pengungsi di Nagekeo masih terisolir dan belum dapat bantuan. (Dok Istimewa)

Ia membenarkan sejumlah akses menuju Kabupaten Nagekeo yang masih sulit dilalui termasuk jalur utara yang terputus sedangkan jalur selatan sudah tertutup longsor setelah sebelumnya sempat dibuka. Akibatnya akses bantuan untuk mereka belum sampai hingga hari ketiga pengungsian. 

"Kita juga hancur, tapi masih aman ada keluarga baku bantu. Tapi ada yang lain, pasrah, ada yang tidak punya keluarga. Kami sudah terisolasi jadi yang mau datang terhambat di Maumere atau Labuan Bajo. Untuk di kami kelistrikan pakai genset dengan patungan cari bensin," ujar Afik.

Ia sendiri memilih ikut membantu warga lainnya dengan menyalurkan bantuan yang sebelumnya sempat masuk ke sejumlah lokasi pengungsian yang membutuhkan.

3. BNPB sebut 8 warga di Nagekeo meninggal dunia

Warga pengungsi bertahan di Nagekeo. (Dok Istimewa)

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (17/8/2026) menyebut terdapat 68 korban jiwa dan 213 korban luka-luka akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026), sekitar pukul 05.58 WITA. Untuk daerah Nagekeo sendiri terdapat 8 korban jiwa yang terdata. 

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, dalam konferensi pers di Mapolda NTT menyebut daerah Nagekeo memiliki tantangan besar dalam penanganan. Ia menyebut akses baik jalan, sinyal komunikasi maupun jaringan listrik hingga dengan saat itu masih belum pulih seluruhnya. 

"Kami hubungi anggota dan Kapolres di sana tapi terputus sehingga belum ada informasi yang utuh dan akses kita belum tembus. Kita upayakan secepatnya," ungkap Rudi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article