Kupang, IDN Times - Ratusan warga Desa Marapokot di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terpaksa bertahan hidup di tiga titik perbukitan setelah tiga hari pascagepma magnitudo 7,7 mengguncang Flores. Kondisi mereka sangat memprihatinkan karena bantuan medis maupun pasokan logistik tak kunjung tiba di lokasi pengungsian.
Menurut pengakuan seorang warga bernama Afik, para pengungsi yang terdiri dari anak-anak hingga lansia kini telah kehabisan air bersih dan makanan. Mereka terpaksa tidur di tenda seadanya beralaskan terpal, bahkan beberapa orang di antaranya dilaporkan sudah mulai jatuh sakit.
Untuk bertahan hidup selama tiga hari terakhir, para korban terpaksa menggeledah dan memilah reruntuhan demi mencari sisa-sisa bahan makanan. Tanpa adanya kejelasan kapan bantuan akan datang, mereka mengaku pasrah dan tak tahu sampai kapan mampu bertahan dalam kondisi tersebut.
