Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Puskesmas Watunggong Rusak Berat, Fasilitas Sanitasi Lumpuh Total
Kondisi terkini Puskesmas Watunggong Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar, Manggarai Timur sekitar pukul 16.00 Wita, Sabtu (22/8/2026). (Dok.Kamilus Adem Saleman)
  • Puskesmas Watunggong rusak berat akibat gempa, dengan kerusakan pada tiang, balok, dan kolom yang membuat pelayanan medis di dalam gedung tidak aman.

  • Fasilitas sanitasi lumpuh total, sehingga pemeriksaan dan perawatan pasien dipindahkan ke garasi di samping puskesmas serta tenda darurat bantuan keuskupan.

  • Kemenkes membangun WC darurat sambil menunggu evaluasi Dinas PUPR, yang akan menentukan apakah gedung masih layak digunakan atau harus dihancurkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Fasilitas kesehatan utama di Puskesmas Watunggong di Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur mengalami kelumpuhan operasional akibat kerusakan struktur bangunan. Gedung yang rusak parah tersebut membuat seluruh kegiatan pelayanan medis tidak bisa lagi dilakukan di dalam ruangan dengan aman.

Selain membahayakan keselamatan, kerusakan masif ini juga mengakibatkan fasilitas sanitasi tidak dapat difungsikan sama sekali. Kelumpuhan sarana kebersihan dasar ini memaksa para tenaga kesehatan untuk merelokasi tempat pelayanan ke area yang lebih memadai. Tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berinisiatif untuk membuat sanitasi darurat.

"Jadi, tadi saya begitu tiba di Puskesmas Watunggong ini, karena memang kita identifikasi di awal saat saya datang, fasilitas ini rusak berat, tidak layak lagi untuk digunakan," ujar Bungkap Ketua Tim Kerja Tanggap Darurat dan Klaster Kesehatan Pusat Krisis Keshatan Kemenkes RI, Budiman kepada IDN Times, Sabtu (22/8/2026).

1. Kendala paling krusial

Bayi yang lahir saat gempa di garasi Puskesmas Watunggong, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Kemenkes RI)

Tidak berfungsinya fasilitas sanitasi menjadi kendala paling krusial bagi operasional harian para petugas medis di lapangan. Mereka akhirnya memindahkan seluruh aktivitas pemeriksaan dan perawatan pasien ke area samping bangunan yang memiliki sebuah garasi.

Area garasi tersebut dinilai jauh lebih kokoh dan terlindungi dari risiko tertimpa reruntuhan bangunan utama yang mulai rapuh. Bantuan tambahan berupa tenda darurat dari pihak keuskupan juga didirikan berdampingan untuk memastikan seluruh pasien terlayani dengan baik.

"Setelah saya dapat info, karena WC tidak dapat digunakan, pelayanan mereka dipindah di samping puskesmas. Ada memang garasi, jauh lebih baik daripada tenda dan tidak bocor, ini digunakan untuk mereka untuk pelayanan," ungkap Budiman.

2. Kerusakan pada struktur tiang dan balok

Kondisi terkini Puskesmas Watunggong Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar, Manggarai Timur sekitar pukul 16.00 Wita, Sabtu (22/8/2026). (Dok.Kamilus Adem Saleman)

Penilaian visual secara langsung di lokasi kejadian memperlihatkan adanya kerusakan fatal pada komponen penyangga utama bangunan puskesmas. Keretakan yang menyasar bagian tiang, balok, serta kolom bangunan ini tentu sangat membahayakan nyawa tenaga medis maupun masyarakat.

Menyikapi kondisi yang kritis ini, tim dari kementerian segera berkoordinasi guna mendatangkan para pakar teknis konstruksi. Pemeriksaan lanjutan secara komprehensif sangat diperlukan untuk mengukur batas aman sekaligus kelayakan operasional gedung fasilitas kesehatan tersebut.

"Untuk puskesmasnya ini, kalau dari fisik yang saya lihat pada kasat mata, ada kerusakan pada tiang, balok, dan kolom secara kasat mata. Karena saya bukan ahli arsitek, tentu ini akan kita konsultasikan ke Dinas PU untuk analisis dan dikonsultasikan," terang Budiman.

3. Perlu evaluasi dari Dinas PUPR setempat

Situasi pelayanan kesehatan di puskemas darurat. (Dok. Puskesmasn Beru)

Proses peninjauan kelayakan gedung secara resmi kini sedang diajukan melalui persuratan oleh dinas kesehatan tingkat daerah. Dokumen tersebut akan menjadi dasar rujukan agar tim satuan tugas bencana dapat segera menjatuhkan putusan mengenai nasib bangunan.

Sembari menunggu kepastian struktural tersebut, tim tanggap darurat saat ini berfokus pada penyediaan kebutuhan sarana sanitasi pekerja. Pembangunan bilik sanitasi darurat terus dikebut di area posko sementara agar para tenaga kesehatan dapat bekerja dengan lebih nyaman.

"Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan untuk bersurat ke Satgas rencana untuk sesegera mungkin agar PUPR datang, sehingga bisa dinilai apakah layak digunakan atau dihancurkan. Saya di sini bersama tim sedang buat WC darurat," tutup Budiman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article