PLN Padamkan Listrik Imbas Stok BBM untuk PLTD Menipis

- Cuaca ekstrem dan larangan berlayar menghambat distribusi BBM
- Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian penyaluran BBM untuk masyarakat Rote
- PLN Rote Ndao memadamkan listrik bergilir hingga 31 Januari 2026 untuk mencegah pemadaman total
Kupang, IDN Times - Cuaca ekstrem berupa menyebabkan krisis energi di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya pasokan BBM terhambat akibat hujan dan gelombang tinggi. Stok BBM yang menipis ini membuat PLN di wilayah tersebut mengambil langkah untuk membatasi pemakaian listrik dengan pemadaman bergilir.
Pertamina Patra Niaga membenarkan kejadian ini dan akan berupaya mempercepat distribusi apabila larangan berlayar telah dicabut oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang.
1. Distribusi BBM terkendala cuaca dan larangan berlayar

Ahad Rahedi selaku Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan Rote salah satu titik yang terimbas. Stok BBM untuk pembangkit yang akan mereka distribusikan terpaksa ditunda sampai adanya izin berlayar.
"Cuaca buruk yang terjadi sejak 13 Januari lalu membuat aktivitas pengiriman BBM menjadi terkendala dikarenakan edaran larangan berlayar dari KSOP Kupang," jelas dia.
Akibat dari pemadaman listrik tersebut pun SPBU yang ada di Rote pun maka SPBU melayani konsumen dengan bantuan genset. "Pasca dilakukannya pemadaman dari PLN imbas menipisnya stok BBM untuk pembangkit, seluruh SPBU tetap beroperasi dengan menggunakan genset dari pagi sampai dengan sore hari," terang Ahad.
2. Antisipasi penyalahgunaan stok

Pelayanan BBM kepada masyarakat di Rote melalui SPBU juga terpaksa dilakukan melalui penyesuaian penyaluran agar stok terjaga sampai pelayaran kembali dilakukan. Sementara pihaknya terus berkoordinasi dengan KSOP dan BMKG Rote Ndao terkait kendala cuaca buruk.
"Paralel, Terminal BBM Tenau, Kupang, sebagai supply point telah mengajukan permohonan prioritas sandar dan loading untuk kapal tujuan wilayah Rote Ndao, termasuk Sabu Raijua," terangnya.
Untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan pihaknya pun berkoordinasi dengan Pemda Rote Ndao dan aparat penegak hukum terutama terhadap pelangsir. Pemblokiran bagi kendaraan yang terindikasi pelangsir akan dilakukan.
3. Cegah pemadaman total dengan pemadaman bergilir

Manager ULP PLN Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, secara terpisah membenarkan stok BBM untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) saat ini berada pada kondisi terbatas. Maka dari itu pihaknya terpaksa memadamkan listrik secara bergilir hingga 31 Januari 2026.
"Itu dilakukan selama pasokan BBM belum tiba agar mencegah terjadinya pemadaman total di seluruh Pulau Rote,” Yohanes menjelaskan.
BMKG Maritim Tenau Kupang sebelumnya mengeluarkan potensi gelombang tinggi di Selat Rote mencapai 2,5 hingga 4 meter sepanjang Januari 2026. Atas pertimbangan tersebut KSOP Kelas III Kupang mengeluarkan imbauan larangan pelayaran. Kondisi ini membuat kapal pengangkut BBM tidak dapat berlayar.


















