Ilustrasi ruang autopsi RS Bhayangkara Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kades mengatakan, dugaan sementara korban tewas terjatuh dari tebing setinggi puluhan meter itu. Karena saat ditemukan tengkorak korban alami retak, rahang patah, dan beberapa organ tubuh seperti kaki dan tangan terluka.
"Dugaan sementara dia jatuh dari tebing. Karena tebing itu tinggi capai puluhan meter," bebernya.
Kini jasad Rahmawati telah dievakuasi oleh warga ke rumah duka di Desa Roka Kecamatan Belo. Sementara keluarga yang ditinggalkan mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap sebagai musibah.
"Keluarganya sudah buat surat pernyataan tolak autopsi. Rencananya jasad korban akan dimakamkan sore ini," sambung Kades.
Kapolsek Belo Ajun Komisaris Polisi Ilham yang dikonfirmasi membenarkan temuan mayat seorang perempuan disabilitas di Desa Roka. Hanya saja, ia belum bisa menjelaskan secara detail kronologi peristiwa tersebut.
"Benar, anggota saya sudah ke sana, cuma belum kembali bawa laporan kronologinya," tandas Ilham.