Perempuan Penyadang Disabilitas di Bima Tewas Jatuh dari Tebing

Bima, IDN Times - Perempuan bernama Rahmawati Kasmir, warga Desa Roka Kecamatan Belo Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan tewas mengenaskan, Jumat siang (22/12/2023). Korban penyandang disabilitas berusia 25 tahun ini diduga tewas terjatuh dari tebing setinggi puluhan meter di kawasan Hidi Rasa.
"Benar, mayatnya ditemukan oleh warga sekitar pukul 13.40 Wita. Jarak lokasi temuan mayat dengan pemukiman sekitar 200 meter," kata Kepala Desa (Kades) Roka Muhaimin dikonfirmasi.
1. Jenguk ibu di ladang

Muhaimin mengatakan, korban pada Kamis (21/12/2023) dilaporkan berangkat ke ladang kawasan pegunungan seorang diri. Dari keterangan keluarga, dia ke ladang untuk melepas rindu dengan sang ibu yang beberapa hari tak pulang kampung karena menjaga jagung dari hama babi.
"Usai ketemu sama ibunya, si korban ini lalu disuruh pulang sendiri ke kampung," terang dia mengutip keterangan keluarga.
2. Jasad korban ditemukan di bawah tebing

Dari ladang sang ibu, korban tak kunjung tiba di kampung halamannya. Keluarga dan warga yang khawatir mengingat korban adalah disabilitas, kemudian melakukan pencarian dengan menyisir kawasan pemukiman hingga pegunungan setempat.
"Korban mulai dicari oleh warga sejak Kamis sore hingga malam hari. Sayangnya, jejak dia saat itu tak ditemukan," jelasnya.
Kemudian usai Salat Jumat, lokasi pencarian korban diperluas hingga menyisir tebing di luar kawasan pemukiman. Alhasil, jasad korban pun ditemukan warga dalam kondisi tewas mengenaskan di bawah tebing dengan ketinggian puluhan meter.
3. Keluarga tolak autopsi

Kades mengatakan, dugaan sementara korban tewas terjatuh dari tebing setinggi puluhan meter itu. Karena saat ditemukan tengkorak korban alami retak, rahang patah, dan beberapa organ tubuh seperti kaki dan tangan terluka.
"Dugaan sementara dia jatuh dari tebing. Karena tebing itu tinggi capai puluhan meter," bebernya.
Kini jasad Rahmawati telah dievakuasi oleh warga ke rumah duka di Desa Roka Kecamatan Belo. Sementara keluarga yang ditinggalkan mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap sebagai musibah.
"Keluarganya sudah buat surat pernyataan tolak autopsi. Rencananya jasad korban akan dimakamkan sore ini," sambung Kades.
Kapolsek Belo Ajun Komisaris Polisi Ilham yang dikonfirmasi membenarkan temuan mayat seorang perempuan disabilitas di Desa Roka. Hanya saja, ia belum bisa menjelaskan secara detail kronologi peristiwa tersebut.
"Benar, anggota saya sudah ke sana, cuma belum kembali bawa laporan kronologinya," tandas Ilham.



















