Kupang, IDN Times - Demi mengisi perut yang lapar, Selfiana Beti bersama warga korban gempa Flores di Kampung Barangkolong terpaksa kembali mengais sisa-sisa bahan makanan di antara reruntuhan rumah mereka. Langkah nekat ini diambil karena bantuan pangan di lokasi pengungsian mandiri Kecamatan Reok sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1.300 jiwa.
Pasokan dari dapur umum sejauh ini baru berupa beras dan mi instan yang jumlahnya jauh dari kata cukup. Minimnya peralatan serta tenaga relawan membuat fasilitas dapur umum belum mampu melayani seluruh pengungsi secara merata.
Alhasil, para korban harus memutar otak dan mengolah sendiri bahan mentah seadanya di tengah kepungan keterbatasan. Mereka kini berjuang bertahan hidup secara mandiri sembari berharap uluran tangan bantuan yang lebih layak segera tiba.
