Kupang, IDN Times — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, membenarkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban gempa Flores hingga kini masih terhambat. Ia menyebut, kondisi tersebut berkaitan dengan kasus korupsi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah terungkap.
Melki menyampaikan hal itu dalam sidang paripurna bersama DPRD NTT pada Rabu (4/11/2026). Saat ditanya mengenai perkembangan penanganan pascagempa Flores, ia mengaku akan kembali berkonsultasi dengan BNPB untuk memastikan kelanjutan bantuan pembangunan huntara bagi warga terdampak.