Pegawai di Kantor Gubernur NTT yang tetap bekerja saat WFH. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Pantauan di Biro Adminitrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, para pegawai yang masuk bekerja dengan sebagian lampu kantor yang dibiarkan mati. Hanya beberapa komputer saja yang digunakan oleh para pegawai yang masuk hari itu.
Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Frans Tiran menyampaikan untuk di kantor tersebut diberlakukan WFH dengan sistem shift atau pembagian waktu masuk kantor.
Pembagian shift ini berlaku mulai pukul 07.00 WITA sampai 13.00 WITA kemudian dilanjutkan untuk shif sore hingga jam dinas berakhir. Pembagian ini mengingat pendampingan berbagai kegiatan yang akan dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur.
"Kami di sini ada 17 orang dengan yang hadir ini 10 orang. Sementara 7 orang kerja dari rumah dengan komunikasi yang tetap berjalan. Kemudian diatur semacam shift untuk bergantian," tanggapnya saat diwawancarai, Jumat (10/4/2026).
Untuk itu, sejumlah kebutuhan listrik juga dikurangi, kata dia, seperti lampu hingga komputer karena berkurangnya aktivitas di dalam kantor.