Pasutri di Dompu Hanyut Terseret Banjir Bersama Rumahnya

Dompu, IDN Times - Pasangan suami istri (Pasutri) di Dusun Sori Mangge Desa Soritatanga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hanyut terseret banjir bersama rumahnya. Peristiwa itu terjadi setelah rumah mereka diterjang banjir bandang setinggi 2 meter, Jumat sore (20/12/2024) sekitar pukul 15.00 Wita.
"Iya benar, korbannya Pasutri asal Lombok dan tinggal di Dusun Sori Mangge," kata Kepala desa (Kades) Soritatanga, Merafudin dihubungi IDN Times, Jumat malam.
1. Banjir luapan air sungai

Merafudin mengatakan, kejadian itu berawal saat wilayah setempat dan sekitarnya diguyur hujan lebat. Karena tingginya intensitas hujan, hingga air di sungai lalu meluap ke areal rumah korban di bantaran sungai.
"Saat itu, korban menyadari ada banjir di rumahnya namun mereka mengira gak deras dan tinggi," jelasnya.
Ketika sedang menunggu air surut, tiba-tiba rumah korban diterjang banjir bandang setinggi 2 meter hingga akhirnya terseret arus. Saat itu, korban sempat berusaha keluar dari rumah, namun tidak berhasil.
"Mereka gak bisa keluar hingga akhirnya terseret arus bersama rumahnya," bebernya.
2. Korban ditemukan 600 meter dari lokasi awal terseret arus

Warga yang melihat kejadian itu melakukan pencarian korban dengan menyisir aliran sungai setempat. Setelah satu jam dicari, korban ditemukan oleh warga dalam kondisi selamat di bantaran sungai.
"Korban ditemukan selamat oleh warga sekitar 600 meter dari lokasi awal terseret banjir. Katanya, mereka bisa keluar ke pinggir sungai saat rumahnya nyangkut," jelasnya.
Usai ditemukan, korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Keduanya masih merasa lemas dan trauma atas kejadian yang dialaminya.
"Sekarang korban masih dirawat di Puskesmas," jelas dia lagi.
3. Puluhan karung gabah hanyut terseret arus

Merafudin mengatakan, selain menimpa Pasutri tersebut, banjir juga menyeret puluhan karung gabah dan beberapa hektare tanaman padi siap panen milik warga. Kemudian sejumlah alat pertanian, hingga mengakibatkan tebing sungai longsor.
"Sejumlah kerusakan akibat banjir hingga korban yang terdampak akan kami sampaikan ke Pemda Dompu untuk segera mendapatkan bantuan," pungkasnya.


















