Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Oknum Politisi di Bima Mencabuli Gadis Remaja dengan Iming-iming Uang
Google

Bima, IDN Times - Kisah pilu dialami seorang gadis remaja di Kecamatan Monta Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Siswi SMA itu kini masih trauma setelah menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum politisi yang disebut-sebut juga merupakan bakal calon legislatif (Bacaleg) berinisial M.

Belakangan terungkap, rupanya aksi pelaku bukan pertama kali terhadap korban. Sebelumnya, kasus yang sama juga terjadi pada 2022 lalu, tapi kasus itu berakhir damai. Saat itu, korban dilecehkan di wilayah Ama Hami Kota Bima.

1. Peksos siap dampingi hingga persidangan

Ilustrasi (IDN Times/Mardya Shakti)

Pekerja Sosial (Peksos) Kabupaten Bima, Abd Rahman Hidayat mengatakan, kasus ini sedang ditangani Polres Bima. Ia mengaku, siap mendampingi korban mulai pemeriksaan hingga persidangan.

”Saat ini kami tengah lakukan pendampingan terhadap korban karena dia mengalami shock dan trauma,” kata Dayat dikonfirmasi, Rabu siang (10/5/2023). 

2. Modus numpang buang air kecil di rumah korban

Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Besse Fadhilah)

Dari pengakuan korban, pencabulan yang dilakukan oleh oknum politisi tersebut terjadi, Rabu (4/5/2023), sekitar pukul 17.30 wita di Kecamatan Monta. Pelecehan itu terjadi saat korban sendirian di rumahnya.

Kasus itu berawal saat pelaku bertamu di rumah korban dan numpang buang air kecil. Namun korban dengan halus menolak kunjungan pelaku, mengingat tidak orang tuanya di rumah. Namun pelaku ngotot hingga menuju toilet.

“Di toilet, pelaku memanggil korban untuk membersihkan pakaian kotor. Namun korban menolak dengan halus dan mengatakan akan membereskannya nanti,” katanya.

3. Korban diimingi uang Rp1 juta

Ilustrasi menerima uang tunai. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Karena jebakannya tidak berhasil, pelaku menghampiri korban yang duduk sambil main HP di ruang tamu. Tanpa basa-basi pelaku melancarkan aksi bejatnya dengan menyentuh korban.

"Korban mengaku ketakutan, kemudian lari keluar rumah," kata Dayat mengutip pengakuan korban.

Tidak sampai di situ, pelaku kemudian kembali menghampiri korban dan menjanjikan uang Rp1 Juta untuk tidak memberitahukan ibunya. Pelaku juga mengancam korban, jika menolak keinginannya.

"Karena diancam korban gak berani melawan," ungkapnya.

4. Terungkap setelah dilaporkan korban ke keluarga

lebongkab.go.id

Selesai melakukan aksi bejatnya, terduga pelaku mengeluarkan uang Rp100 ribu lalu meletakkan di atas meja. Karena tidak tahan, korban melaporkan ke kakak sulungnya dan diceritakan ke ibunya. Atas kejadian tersebut, ibu korban langsung melaporkan ke polisi.

Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh unit PPA Polres kabupaten Bima. Barang bukti seperti baju korban dan uang lembaran Rp100 ribu sudah diamankan.

“Kami harap kasus ini diusut tuntas. Kami juga mempertanyakan kenapa hingga kini pelaku belum juga ditangkap,” sorot Dayat.

Editorial Team

Related Article