Oknum Dosen Bantah Cabuli Mahasiswa, Polda NTB akan Pakai Lie Detector

Mataram, IDN Times - Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTB telah memeriksa oknum dosen inisial LR sebagai terlapor dalam kasus dugaan pencabulan atau kekerasan seksual sesama jenis terhadap puluhan mahasiswa di Kota Mataram pada Selasa (7/1/2025). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat mengungkapkan terlapor atau terduga pelaku membantah atau tidak mengakui perbuatannya.
Terlepas dari bantahan terlapor, penyidik Ditreskrimum Polda NTB akan memanggil saksi-saksi lainnya untuk diminta keterangan. Syarif mengatakan penyidik akan menangani kasus ini dengan pendekatan scientific investigation.
"Terakhir kemarin kita sudah interogasi terduga pelaku. Tetapi sementara ini belum mengakui perbuatannya. Tetapi kita tidak mengejar pengakuan terlapor saat ini, kita akan laksanakan sesuai dengan prosedur. Yaitu kita berpedoman pada scientific investigation, itu yang akan kami lakukan," kata Syarif dikonfirmasi di Mataram, Jumat (10/1/2025).
1. Minta bantuan labfor untuk pakai lie detector

Syarif menyebutkan sampai saat ini sebanyak empat korban yang telah dimintai keterangan oleh penyidik. Terdiri dari dua mahasiswa dan dua orang yang merupakan alumni perguruan tinggi di Kota Mataram.
Jika kasus ini naik ke tahap penyidikan, maka polisi akan meminta bantuan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memakai lie detector atau uji kebohongan dalam pemeriksaan terduga pelaku.
"Mungkin kita akan mintakan bantuan ke Labfor terkait penggunaan lie detector terhadap pemeriksaan terduga pelaku," jelasnya.
Dari empat korban yang sudah dimintai keterangan, tempat kejadian perkara (TKP) berada di beberapa lokasi berbeda. Lokasi kejadian ada di tempat kos terduga pelaku di wilayah Banyumulek Lombok Barat, rumah korban karena terduga pelaku pernah menginap dan di wilayah Midang Gunungsari Lombok Barat.
"Kita saat ini sudah melakukan olah TKP. Karena ini kejadiannya beberapa bulan yang lalu. Jadi kemungkinan TKP sudah rusak. Tapi paling tidak kita olah TKP terkait dengan posisi masing-masing terlapor dan saksi, posisinya dimana," terangnya.
2. Terduga pelaku akan kembali diperiksa

Eks Wakapolresta Mataram ini menjelaskan bahwa alat bukti yang didapat polisi baru sebatas keterangan dari para korban. Namun, berdasarkan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), keterangan dari satu saksi korban ditambah satu alat bukti yang sah sudah bisa meyakinkan penyidik untuk menaikkan ke tahap penyidikan.
"Pemanggilan kembali terlapor nanti kalau memang kita sudah dapat alat bukti yang lain untuk menguatkan naik ke penyidikan. Kita akan lakukan pemanggilan lagi kepada terlapor," tambahnya.
3. Minta keterangan pendamping korban

Pendamping korban dalam hal ini Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB juga akan dimintai keterangan terkait jumlah korban yang sudah melapor. Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB telah menerima laporan dari 22 mahasiswa yang menjadi korban.
Syarif juga menjelaskan alasan penyidik belum menahan terduga pelaku. Dia mengatakan penyidik tidak bisa serta merta langsung menangkap terduga pelaku karena harus melalui proses penyelidikan dan penyidikan.
"Ini yang perlu waktu. Sehingga kita akan kumpulkan bukti-bukti yang nanti terduga pelaku tak bisa mengelak lagi walaupun dia tak mengakui perbuatannya. Jadi kita tak terburu-buru menahan seseorang. Kalau kita tak punya alat bukti yang sah dan cukup untuk kita lakukan penahanan," jelasnya.
Korban oknum dosen inisial LR yang mencabuli alumni dan mahasiswa kembali bertambah. Perwakilan Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB Joko Jumadi yang mendampingi korban menyebutkan jumlah korban yang teridentifikasi saat ini sebanyak 22 orang.
Jumlah korban kemungkinan akan bertambah karena terduga pelaku ternyata mengajar di tiga kampus di Kota Mataram. Sebanyak 22 korban yang sudah teridentifikasi baru berasal dari dua kampus di Kota Mataram.






![[QUIZ] Kerja Sat-set tanpa Drama, Jangan-jangan Kamu Tipe Plegmatis!](https://image.idntimes.com/post/20260304/pexels-divinetechygirl-1181406_bf54e043-ec3f-41e7-875d-3958ce975ce3.jpg)
![[QUIZ] Sering Pura-pura Bahagia? Kenali Tanda Kamu Sedang Silent Struggle!](https://image.idntimes.com/post/20260131/pexels-shkrabaanthony-7163380-2_05c47ec0-f55c-41c8-830a-a2c48dc9d698.jpg)
![[QUIZ] Lagi Burnout? Cek Apakah Game Bisa Jadi 'Safe Place' untuk Kamu!](https://image.idntimes.com/post/20260116/pexels-rdne-7915492_ada4f5af-824b-4f5f-9fc9-758e711c5037.jpg)








