Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nona Wili Ternyata Baru 2 Bulan Bertugas sebagai CPNS di Papua Pegunungan
Johanis, paman korban menyayangkan tragedi penembakan terhadap ponakannya. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Wili Mbuik, PNS asal Rote berusia 24 tahun, tewas ditembak TPNP-OPM di Jayawijaya setelah baru dua bulan bertugas di Dinas Pertanian usai lulus CPNS dengan nilai tertinggi.
  • Penembakan di Kampung Muliama, Jayawijaya, Rabu sore, menewaskan tiga dari delapan pegawai Dinas Pertanian; lima orang lainnya selamat.
  • Pemprov NTT menyatakan duka, mengutuk penembakan, dan berkoordinasi dengan Pemkab Rote Ndao untuk mendampingi keluarga serta pemulangan jenazah Wili.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas dalam penembakan yang disebut dilakukan TPNP-OPM terhadap rombongan dinas; lima dari delapan orang dalam rombongan dilaporkan selamat.
  • Who?
    Nona Wili Mbuik (24), Aprida Rapi (49), dan drh. Alfonsius Albinus Mehan (35) meninggal dunia. TPNP-OPM disebut sebagai pelaku penembakan.
  • Where?
    Penembakan terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah Wili dipulangkan melalui Wamena, Jayapura, Makassar, Kupang, lalu Rote.
  • When?
    Insiden berlangsung Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 15.00–15.47 WIT. Jenazah Wili diberangkatkan Kamis, 10 September, dan tiba di Kupang pada Jumat pagi, 11 September 2026.
  • Why?
    Motif penembakan per saat ini masih belum diketahui. Pemerintah Provinsi NTT menyatakan warga NTT berada di Papua untuk melayani masyarakat sipil, bukan berperang.
  • How?
    Rombongan delapan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya ditembak saat berada di Kampung Muliama. Tiga orang meninggal, sementara lima lainnya selamat. Wili baru sekitar dua bulan bertugas sebagai CPNS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Wili Mbuik, umur 24 tahun, baru dua bulan kerja di Dinas Pertanian Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ia ditembak kelompok OPM bersama dua pegawai lain. Tiga orang meninggal, lima orang selamat. Wili dari Rote dan pernah tinggal di Kupang. Jenazah Wili sedang dibawa pulang ke Rote. Pemerintah NTT mau membantu keluarganya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Johanis Baba, paman kandung Wili Mbuik (Nona Wili) mengungkap mendiang Nona Wili baru dua bulan bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Wili tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut diri mereka sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM).

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Rabu (9/9/2026). Saat itu, Nona Wili bersama rombongan pegawai dinas pertanian.

Kendati demikian, Wlli telah tinggal sejak 2023 dan menetap dengan keluarga sebelumnya dan akhirnya mengikuti tes CPNS di Kabupaten Jayawijaya. Ia merupakan lulusan pada lowongan yang dibuka di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya saat itu dengan mendapatkan nilai tertinggi.

Kematian Wili Mbuik itu memicu reaksi keras dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menegaskan kehadiran warga NTT untuk membantu bukan berperang dengan siapa pun.

1. Berpindah dari Rote ke Kupang lalu Papua

Nona Wili Mbuik salah satu korban penembakan KKB yang bertugas di Pemkab Jayawijaya Papua Pegunungan. (Dok Istimewa)

Johanis menyebut perempuan 24 tahun tersebut berkuliah dan tinggal sementara dengannya selama di Kota Kupang. Wili sendiri berasal dari Rote Ndao. Kemudian berpindah ke Papua Pegunungan untuk meniti karier. Namun tak sampai dua bulan mengabdi justru kehidupannya berakhir.

"Di sana dia mengikuti tes CPNS dan lulus di sana dan ditempatkan di dinas pertanian Kabupaten Jayawijaya. Dia baru melaksanakan tugas selama dua bulan di sana," ungkapnya.

Nona Wili seringkali berkomunikasi dengan keluarga sehari-hari di saat senggang. Pada hari kerja itu belum komunikasi antara keluarga dan Wili hingga akhirnya datang kabar soal penembakan tersebut.

"Dia anak yang pendiam, penyayang, dan penurut," ungkapnya.

2. Warga NTT di Papua bukan untuk berperang

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma. (Dok Biro Administrasi Pimpinan NTT)

Wakil Gubernur NTT ,Johni Asadoma mengungkap Pemerintah Provinsi NTT dengan penuh belasungkawa menyayangkan peristiwa ini. Pihaknya berkomitmen dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan membantu keluarga korban.

"Apa yang dibutuhkan keluarga korban terutama dalam masa berkabung ini sampai dengan masa-masa pemakaman, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada korban dan keluarganya," tukasnya.

Pihaknya mengutuk perbuatan tersebut karena kehadiran warga NTT di Papua untuk melayani masyarakat sipil bukan melawan separatis.

3. Tiga korban tewas

Tiga korban tewas dalam penembakan KKB di Papua Pegunungan. (Dok Istimewa)

Jenazah Wili sudah mulai dipulangkan sejak pukul 08.00 WITA, Kamis (10/9/2026) dari Wamena - Jayapura - Makassar. Kemudian tiba di Kupang pada Jumat pagi (11/9/2026) dan dibawa dengan kapal ferry ke Rote.

Sebelumnya, Wili Mbuik menjadi korban penembakan oleh KKB bersama dua abdi negara lainnya yaitu Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya; drh. Alfonsius Albinus Mehan (35), dokter hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Mereka bertiga adalah pegawai di Dinas Pertanian Jayawijaya.

Penembakan ini terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00–15.47 WIT dan dari delapan orang yang berada dalam rombongan, lima orang dilaporkan selamat, sedangkan tiga lainnya meninggal dunia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article