Ilustrasi nobar Piala Dunia 2026 di Kota Mataram. (dok. Istimewa)
Dari sisi keamanan dan ketertiban, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB bersama Dinas Perhubungan NTB akan melakukan pengamanan kawasan serta pengaturan lalu lintas dan area parkir. Masyarakat juga diimbau untuk memastikan kendaraan diparkir pada tempat yang telah disediakan serta mengunci kendaraan dengan baik guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ditambahkan, bahwa nobar final Piala Dunia 2026 ini merupakan milik seluruh masyarakat NTB. Karena itu, siapa pun dipersilakan hadir tanpa membedakan latar belakang, profesi, maupun status sosial.
"Sepak bola adalah olahraga yang menyatukan semua kalangan. Tidak ada kelas dalam nonton bareng ini. Pimpinan daerah, Forkopimda, ASN, dan masyarakat akan berbaur bersama menikmati pertandingan. Itulah semangat kebersamaan yang ingin dibangun oleh Bapak Gubernur melalui kegiatan ini," kata dia.
Diharapkan nobar laga final Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi tontonan bersama, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, memperkuat rasa persatuan, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Safrudin mengajak seluruh masyarakat NTB untuk hadir bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas sepak bola guna menyemarakkan nonton bareng Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB.
"Mari kita jadikan momentum Final Piala Dunia ini sebagai ajang mempererat kebersamaan, menikmati hiburan yang sehat, menjaga ketertiban, serta bersama-sama menunjukkan bahwa NTB adalah daerah yang ramah, aman, dan penuh semangat persaudaraan," tandasnya.