Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Mataram, Seorang Polisi Terluka

Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Mataram, Seorang Polisi Terluka
Mahasiswa membakar ban di depan gedung DPRD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menggelar aksi demonstrasi menentang rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar dan pertalite di depan Kantor DPRD Provinsi NTB, Rabu (31/8/2022). Aksi demonstrasi yang berujung anarkis ini menyebabkan seorang polisi terluka.

Mahasiswa mengatakan tidak hanya BBM yang akan mengalami kenaikan. Tetapi akan berpengaruh terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok atau bahan pangan. Kenaikan harga BBM subsidi rencananya akan dimulai 1 September 2022.

1. Tiga tuntutan mahasiswa

Mahasiswa bersitegang dengan aparat kepolisian. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Mahasiswa bersitegang dengan aparat kepolisian. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ketua HMI Cabang Mataram Dwi Alam Ananami Putra menyebutkan ada tiga tuntutan mahasiswa. Pertama, menolak kenaikan BBM subsidi. Kedua, menolak kenaikan tarif dasar listrik dan ketiga mendesak pemberantasan mafia migas dan pertambangan.

Menurut Alam, kenaikan harga BBM subsidi akan membuat masyarakat kecil semakin susah. "Kenapa ini menjadi isu yang perlu kita tuntut, karena kenaikan harga BBM sangat berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Apalagi kondisi perekonomian kita sedang di angka yang tarafnya cukup rendah," kata Alam.

2. Aksi demonstrasi ricuh

Mahasiswa memanjat pagar kantor DPRD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Mahasiswa memanjat pagar kantor DPRD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD NTB itu sempat ricuh karena belum ada yang menemui mereka. Mahasiswa kemudian membakar ban bekas. Kemudian mendobrak pintu gerbang DPRD NTB hingga terbuka.

Sekitar 2 jam mahasiswa menggelar aksi di depan kantor DPRD NTB. Tetapi Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda tak kunjung menemui mereka. Mahasiswa kemudian ditemui Wakil Ketua DPRD NTB Nauvar Farinduan. Farin mengatakan Ketua DPRD NTB sedang sakit sehingga tidak bisa menemui massa aksi.

"Tapi beliau bilang saya tidak tahu hadir atau tidak Ibu Ketua DPRD. Itu kan ada semacam kontradiksi, sehingga kami cukup tersinggung dengan cara pak Farin yang langsung masuk dengan tidak kooperatif. Akhirnya kita ke pintu sebelah mencoba paksa masuk, tadi sempat bentrok dengan pihak kepolisian," tutur Alam.

3. Polresta Mataram terjunkan 312 personel

Aparat kepolisian Polresta Mataram mengamankan aksi demonstrasi yang menolak kenaikan harga BBM. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Aparat kepolisian Polresta Mataram mengamankan aksi demonstrasi yang menolak kenaikan harga BBM. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara itu, Polresta Mataram menerjunkan sebanyak 312 personel gabungan untuk mengamankan dan mengawal jalannya aksi demonstrasi dari HMI Cabang Mataram. Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa turun langsung mengamankan jalannya aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak rencana kenaikan harga BBM.

"Sempat terjadi aksi dorong mendorong dan mengakibatkan salah seorang personel terluka karena terbentur tameng. Namun sudah dapat ditangani oleh personel Sidokkes Polresta Mataram," kata Mustofa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Muhammad Nasir
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

Wakil Bupati Lotim Kecewa karena 106 SPPG di Lombok Timur Disetop

06 Apr 2026, 22:13 WIBNews