Kisah Ki Rangga dan Prabu Aria Pelabu yang Melegenda di Lombok Barat

Lombok Barat, IDN Times - Lombok merupakan wilayah dengan wisata bahari yang cukup banyak sebagai destinasi kunjungan para wisatawan. Namun, keberadaan Lombok juga tidak lepas dari adanya cerita lama salah satunya legenda Ki Rangga dan Prabu Aria Pelabu.
Kisah ini merupakan legenda bagi masyarakat di Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kisahnya bisa menjadi inspiratif sekaligus hiburan bagi masyarakat di sekitar.
1. Keberadaan Istana Megah Prabu Aria Pelabu

Dahulu, terdapat istana yakni Kerajaan Kahuripan yang menjadi tempat kediaman Prabu Aria Pelabu. Letak tepatnya di kaki Gunung Salak di Lombok Barat di NTB.
Prabu dan permaisuri mempunyai dua putri yang bernama Hina Manu dan Hina Hentar. Mereka semua hidup rukun dan bahagia di dalam istana, namun masih terasa kurang karena belum mempunyai anak laki-laki.
Karena keinginannya untuk memiliki anak laki-laki, maka prabu dan permaisuri selalu meminta dan berdoa kepada Tuhan. Hal itu menjadi beban pikiran hingga terbawa mimpi.
Prabu bermimpi ketemu dengan anak burung perkutut dengan bulu indah dan suara merdu. Namun, burung itu berubah menjadi ular dan menggigitnya.
2. Menenangkan diri dengan menangkap ikan di sungai

Dari mimpi yang dialaminya menjadikan beban pikiran, alhasil prabu mengajak keluarganya untuk menangkap ikan di muara Sungai Dodokan.
Karena kegiatan itu bisa menghibur pikirannya yang sedang gelisah memikirkan mimpi buruk.
Sehingga sekeluarga pergi ke sungai didampingi penggawa, patih hingga pendeta istana. Dengan membawa perbekalan yang dibutuhkan kala di sungai.
Sesampainya di muara sungai, Putri Hina Manu melihat ada peti hanyut lalu diangkatlah oleh patih. Setelah dibuka alangkah terkejutnya, peti dengan ukiran indah itu ternyata bayi laki-laki menggunakan selimut berbahan sutera.
Permaisuri lantas meminta prabu agar mengambil bayi laki-laki itu untuk dirawat. Terlebih mereka sedang mendambakan anak laki-laki.
3. Prabu menceritakan mimpi buruk pada patih

Karena permintaan dari permaisuri yang ingin merawatnya, akhirnya prabu meminta pendeta untuk memberkati sebelum mengangkat anak itu. Namun, sebelum pemberkatan dimulai, prabu menceritakan persoalan mimpinya semalam.
Akhirnya patih menyarankan agar tidak membawa bayi laki-laki itu karena akan membawa bencana saat dewasa. Akan tetapi permaisuri ngotot ingin mengangkat bayi tersebut dan prabu tidak bisa menolaknya.
Anak laki-laki diberikan nama Ki Rangga dan setelah besar diajari ilmu bela diri hingga menjadi tampan dan gagah perkasa. Ki Rangga menikah dengan gadis cantik lingkungan bangsawan istana.
Setelah pernikahannya, prabu memberikan kekuasaan di ujung timur Kerajaan Kahuripan. Namun, meskipun sudah mempunyai istri cantik, Ki Rangga diam-diam menyukai kakak angkatnya.
4. Ki Rangga menyelinap masuk kamar kakak angkatnya

Pada suatu malam Ki Rangka menyelinap masuk pada kamar kedua kakak angkatnya. Hal tersebut diketahui oleh prabu dan berniat menghukumnya, penangkapannya dengan tipu muslihat.
Akhirnya Ki Rangga dijerat dengan jala dan serat sutra. Lalu diikat pada pohon besar untuk dihukum gantung, namun ia bisa melepaskan diri.
Pelarian Ki Rangga dan istri ke daerah Pantai Tabua yang merupakan wilayahnya Raja Pejanggi. Akhirnya prabu meminta bantuan penangkapan, namun para prajurit yang diutus tidak bisa karena kesaktian Ki Rangga.
Prabu Aria Pelabu meminta bantuan pada pendekar yakni Ari Pati dan Neq Dipati dari Batu Dendeng. Akhirnya mereka berdua melakukan penangkapan pada Ki Rangga dan lagi-lagi kalah.
5. Pembuatan Strategi Menangkap Ki Rangga

Kekalahan itu membuat dua pendekar menyusun rencana untuk mengelabui Ki Rangga agar memberitahukan rahasia kesaktiannya. Akhirnya mereka menyamar menjadi gadis cantik dan membujuk Ki Rangga.
Dan benar saja, Ki Rangga menceritakan rahasia kesaktiannya yang bisa dibunuh saat di kamar tidurnya. Setelahnya, kedua pendekar segera pamit namun ia bersembunyi agar bisa melakukan aksinya.
Saat malam tiba, kedua pendekar masuk ke kamar dan menyerang Ki Rangga yang mana ia masih bisa melawan. Namun, akhirnya Ki Rangga tewas terkena tusukan keris dari pusaka Ari Pati.
Demikianlah legenda Ki Rangga dan Prabu Aria Pelabu di daerah Lombok Barat di NTB. Bahwasanya anak angkatnya ternyata malah mendatangkan petaka seperti yang telah dikatakan patih saat penemuan bayi.

















![[QUIZ] Sudah Tersakiti tapi Masih Bertahan? Cari Tahu Alasannya dari Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251113/pexels-gustavo-fring-4173140_8317ea12-c705-4b40-9e7b-c03fd3b3b51d.jpg)
![[QUIZ] Bagaimana Kepribadianmu saat Sendirian? Cari Tahu di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260404/1000013396_7125005e-5677-451a-8d3d-0ba37705bec5.jpg)
