Mataram, IDN Times - Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores menghadirkan berbagai hambatan berat bagi tim kesehatan dalam memberikan pelayanan darurat yang cepat. Kondisi topografi wilayah yang berbukit-bukit dan akses jalan yang sulit membuat mobilitas tenaga medis menuju titik terdampak menjadi terkendala.
Selain hambatan geografis yang ekstrem, petugas di lapangan juga harus menghadapi tantangan kultural berupa keengganan sebagian masyarakat untuk dievakuasi atau berobat medis. Kendala berlapis ini menuntut strategi khusus agar keselamatan para korban tetap dapat tertangani dengan optimal di tengah keterbatasan.
"Untuk yang paling parah itu, kita kan jangkauannya kan agak sulit. Kami sudah bekerja sama dengan Basarnas, ya Direktur Operasional Basarnas, itu memobilisasi tenaga EMT Mobile (Emergency Medical Team/Tim Medis Darurat Bergerak) yang memang orang-orang yang tahan banting," ujar Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) Kemenkes, Dr. Sumarjaya kepada IDN Times, Sabtu (22/8/2026).
