Kawasan Bukit Setampol Resor Torean Gunung Rinjani yang terbakar. (IDN Times/Istimewa)
Budhy mengatakan sampai dengan 25 September 2026, penanganan kebakaran melibatkan unsur Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri/Brimob, serta masyarakat yang membantu sebagai porter.
Secara keseluruhan, personel yang tercatat terlibat dalam rangkaian penanganan terdiri atas 1 personel Polisi Kehutanan, 1 personel Pengendali Ekosistem Hutan, 14 personel Manggala Agni, 26 personel Masyarakat Peduli Api, 7 personel Polri/Brimob, 2 personel TNI; dan 8 orang porter.
Personel tersebut ditempatkan pada beberapa lokasi dan jalur strategis sesuai kebutuhan penanganan, antara lain Bukit Setampol sisi timur, Jalur Pendakian Torean, akses Setampol, serta Jalur Pendakian Senaru. Selain itu tim juga mendapatkan bantuan logistik dari treking organizer (TO).
Pada Jumat, 25 September 2026, tim pemadaman yang telah berada di Bukit Setampol sisi timur melaksanakan kegiatan mop-up untuk memastikan titik-titik api dan bara yang masih tersisa benar-benar padam. Setelah dilakukan pemeriksaan pada areal yang telah ditangani dan dinyatakan aman, tim kembali ke Resor Torean.
Sedangkan Tim dari Balai Dalkarhut Mataram yang sebelumnya bergabung dalam penanganan di Bukit Setampol sisi timur juga melaksanakan mop-up pada lokasi yang telah dipadamkan sebelum kembali dari lokasi. Sementara itu, tim gabungan yang berada di sekitar Jalur Pendakian Torean tetap melanjutkan kegiatan pemadaman dan pengendalian untuk mencegah perkembangan kebakaran ke kawasan jalur pendakian dan wilayah sekitarnya.
Pada pukul 09.00 WITA, tambahan tim dukungan dari Brimob Polda NTB bergerak menuju lokasi melalui akses Setampol. Tim tersebut didukung personel BTNGR dan porter dari masyarakat sekitar untuk membawa peralatan serta logistik menuju lokasi penanganan.
Selain itu, sejak pukul 08.00 WITA, tim patroli kembali dikerahkan menuju Jalur Pendakian Senaru untuk memantau perkembangan kebakaran dan mengantisipasi kemungkinan penyebaran api ke arah jalur pendakian Senaru dan kawasan sekitarnya.