KBRI Lacak Dua TKW Diduga Asal NTB Jadi Korban Pelecehan di Arab Saudi

Mataram, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh melacak keberadaan dua tenaga kerja wanita (TKW) yang diduga berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB), korban pelecehan seksual di Arab Saudi. Dua pekerja migran perempuan diduga dari NTB mengaku mengalami pelecehan seksual di Arab Saudi, viral di media sosial.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans NTB Isnanto Karyawan mengatakan pihaknya intens berkoordinasi dengan Kemenlu terkait persoalan tersebut. Dia mengatakan video yang viral di media sosial, awalnya diposting oleh pekerja migran asal Jawa Barat.
"Kita berkoordinasi terus sama KBRI yang ada di Saudi kaitan dengan dua orang itu. Memang awalnya itu yang buat (posting) di Facebook itu dari orang Jawa Barat. Tetap kita kawal dia walaupun sekarang kita belum tahu posisi dua orang ini," kata Isnanto dikonfirmasi IDN Times, Kamis (7/5/2026).
1. KBRI masih lakukan pelacakan

Isnanto menjelaskan KBRI Riyadh masih melakukan pelacakan terhadap dua pekerja migran perempuan yang diduga berasal dari NTB. KBRI Riyadh akan terus mengupdate informasi terkait keberadaan dua pekerja migran tersebut.
Berdasarkan informasi sementara, dua pekerja migran perempuan itu bertemu dengan pekerja migran lainnya berasal dari Jawa Barat pada salah satu rumah makan di Arab Saudi. Kemudian dua pekerja migran perempuan itu menceritakan permasalahan yang dihadapinya.
Kedua pekerja migran perempuan itu mengaku dari Lombok. Namun, tidak disebutkan secara jelas tempat tinggalnya. "Jadi yang buatkan viral ini orang Jawa Barat. Masalahnya sekarang, posisi dua orang ini masih dilacak," kata dia.
2. Belum ada keluarga yang melapor

Isnanto menambahkan sampai saat ini belum ada keluarga yang melapor ke Disnakertrans NTB. Pihaknya berharap jika ada keluarga yang mengenal dua pekerja migran tersebut supaya segera melaporkan ke Disnakertrans NTB.
Sehingga pemerintah dapat segera melakukan penelusuran dan menemukan dua pekerja migran tersebut.
Belum ada keluarga yang melapor ke Disnakertrans NTB. Tapi dari KBRI yang sudah lapor bahwasanya dia masih lacak kaitan dengan dua orang itu. Sementara belum tahu darimana alamat dua orang ini. Lombok katanya tapi kita belum tahu. Yang jelas terus kita komunikasikan dengan KBRI.
Komunikasi dengan BP3MI NTB tetap kita lakukan. Begitu juga BP3MI tetap komunikasi. "Kita kepingin ada salah satu keluarganya komunikasi sama kita. Dimana dia tinggal, karena KBRI juga kesulitan," kata Isnanto.
3. Diatensi Gubernur NTB

Isnanto menambahkan bahwa Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan atensi terkait persoalan ini. Gubernur meminta agar Disnakertrans NTB berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar kedua pekerja migran itu dapat segera ditemukan dan dipulangkan ke Tanah Air.
"Pak Gubernur meminta dikoordinasikan supaya bisa pulang. Kita terus komunikasi dengan KBRI," tandasnya.
Dalam video pendek yang viral di media sosial, dua pekerja migran itu mengaku menjadi korban kekerasan seksual karena diminta melayani 15 orang sehari. Keduanya mengaku diiming-imingi gaji besar oleh rekannya dari Lombok inisial N. Mereka juga mengaku disiksa dan potong gaji jika tidak memenuhi target.





![[QUIZ] Anak Sulit Jujur ke Orangtua? Cari Tahu Alasannya Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20260224/pexels-olia-danilevich-8562071_33d55d99-1339-456b-8216-c1d90ff96909.jpg)
![[QUIZ] Apakah Pola Asuh Membuat Anak Terluka Secara Emosional? Cek Tandanya di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260226/pexels-shvetsa-5641867_645d280a-261b-4500-a15a-99becf59ab3c.jpg)











