Puncak Setampol Resor Torean kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar, Selasa malam (22/9/2026). (dok. Istimewa)
Berdasarkan hasil perhitungan dan pemantauan sementara petugas BTNGR, hingga 24 September 2026, luas areal terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 589,23 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh rumput, ilalang, semak, dan vegetasi bawah lainnya. Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Selasa, 22 September 2026 sekitar pukul 18.50 WITA pada lokasi dengan koordinat 116°25'30.194" BT dan 8°21'49.368" LS.
Kepala BTNGR, Budhy Kurniawan menjelaskan bahwa pada Kamis, 24 September 2026, kekuatan pemadaman kembali diperkuat dengan pengerahan 30 personel dalam tiga tim gabungan. Terdiri atas 6 personel Balai Dalkarhut Seksi III Mataram, 6 personel Manggala Agni Balai TN Gunung Rinjani, 16 personel Masyarakat Peduli Api (MPA), 1 personel Koramil Bayan, dan 1 personel Polsek Bayan.
Personel tersebut bergerak menuju lokasi melalui Jalur Torean dan Setampol. Dalam pelaksanaannya, 6 personel Balai Dalkarhut Mataram ditempatkan di Bukit Setampol sisi timur untuk memperkuat kegiatan pemadaman. Sedangkan 24 personel gabungan ditempatkan di kawasan Birisan Nangka untuk melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi perkembangan kebakaran ke arah Jalur Pendakian Torean.
Penugasan direncanakan berlangsung hingga 27 September 2026, menyesuaikan perkembangan kondisi lapangan. Selain pemadaman darat, BTNGR juga mengerahkan tim drone sebanyak 2 personel untuk melakukan pemantauan udara di kawasan Bukit Setampol pada 23-24 September 2026. Pemantauan udara digunakan untuk membantu mengidentifikasi perkembangan kebakaran, sebaran titik api, serta kondisi areal terdampak sebagai bahan evaluasi dan penentuan strategi penanganan selanjutnya.