Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Bukit Setampol Rinjani Masih Berusaha Dipadamkan
Kawasan Bukit Setampol Resor Torean Gunung Rinjani yang terbakar. (IDN Times/Istimewa)
  • Hari ketiga karhutla di Bukit Setampol, Rinjani, titik api masih ditemukan. Tim BTNGR, TNI, dan Polri terus melakukan pemadaman di lapangan.
  • Areal terdampak sementara diperkirakan 589,23 hektare, didominasi rumput, ilalang, semak, dan vegetasi bawah. Lokasi sulit dijangkau, membutuhkan perjalanan enam jam serta menghadapi kabut dan angin.
  • BTNGR berkoordinasi dengan BPBD, Polda NTB, dan Gubernur NTB. Sebanyak 30 personel gabungan serta tim drone dikerahkan untuk pemadaman, pemantauan, dan mencegah api menuju Jalur Torean.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Tim Pemadaman Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) bersama TNI dan Polri terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di di Bukit Setampol, Resor Torean, Kabupaten Lombok Utara. Pada hari ketiga, masih ditemukan titik api di kawasan tersebut.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGR, Astekita Ardiaristo mengatakan pada Jumat (25/9/2026), masih ditemukan titik api berdasarkan laporan petugas di lapangan. "Laporan temen-teman masih ada titik api. Temen-teman masih berusaha memadamkan," kata Astekita dikonfirmasi IDN Times, Jumat siang (25/9/2026).

1. BTNGR berkoordinasi dengan Polda NTB dan Gubernur NTB

Kawasan Bukit Setampol Resor Torean Gunung Rinjani yang terbakar. (IDN Times/Istimewa)

Untuk penanganan karhutla di Bukit Setampol dan sekitarnya, kata Astekita, Kepala BTNGR Budhy Kurniawan sedang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polda NTB dan Gubernur NTB.

Saat ditanya apakah ada permintaan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengerahkan helikopter dalam penanganan karhutla Bukit Setampol Rinjani, Astekita mengatakan pihaknya masih berkordinasi dengan Pemda NTB.

"Pak Kabalai (Kepala BTNGR) sedang koordinasi dengan BPBD, Polda dan Gubernur untuk melaporkan," terangnya.

2. Lokasi karhutla ditempuh 6 jam perjalanan

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin menyebutkan luas sementara areal terdampak diperkirakan mencapai 589,23 hektare. BPBD NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Lombok Utara terkait dampak dan upaya yang dilakukan. Selain itu, berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta pemangku kepentingan terkait.

Dia mengatakan pemadaman awal dan pengendalian kebakaran melibatkan Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Sadimin menjelaskan lokasi karhutla Bukit Setampol Resor Torean berada cukup jauh dan ditempuh selama 6 jam perjalanan.

Selain itu, lokasi karhutla berada di tebing, dengan kondisi cuaca berkabut dan angin. Sejak kemarin, penanganan karhutla diperkuat dengan pengerahan 30 personel gabungan dari Balai Dalkarhut, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Koramil Bayan, dan Polsek Bayan.

3. Vegetasi terbakar didominasi rumput, ilalang dan semak

Puncak Setampol Resor Torean kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar, Selasa malam (22/9/2026). (dok. Istimewa)

Berdasarkan hasil perhitungan dan pemantauan sementara petugas BTNGR, hingga 24 September 2026, luas areal terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 589,23 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh rumput, ilalang, semak, dan vegetasi bawah lainnya. Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Selasa, 22 September 2026 sekitar pukul 18.50 WITA pada lokasi dengan koordinat 116°25'30.194" BT dan 8°21'49.368" LS.

Kepala BTNGR, Budhy Kurniawan menjelaskan bahwa pada Kamis, 24 September 2026, kekuatan pemadaman kembali diperkuat dengan pengerahan 30 personel dalam tiga tim gabungan. Terdiri atas 6 personel Balai Dalkarhut Seksi III Mataram, 6 personel Manggala Agni Balai TN Gunung Rinjani, 16 personel Masyarakat Peduli Api (MPA), 1 personel Koramil Bayan, dan 1 personel Polsek Bayan.

Personel tersebut bergerak menuju lokasi melalui Jalur Torean dan Setampol. Dalam pelaksanaannya, 6 personel Balai Dalkarhut Mataram ditempatkan di Bukit Setampol sisi timur untuk memperkuat kegiatan pemadaman. Sedangkan 24 personel gabungan ditempatkan di kawasan Birisan Nangka untuk melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi perkembangan kebakaran ke arah Jalur Pendakian Torean.

Penugasan direncanakan berlangsung hingga 27 September 2026, menyesuaikan perkembangan kondisi lapangan. Selain pemadaman darat, BTNGR juga mengerahkan tim drone sebanyak 2 personel untuk melakukan pemantauan udara di kawasan Bukit Setampol pada 23-24 September 2026. Pemantauan udara digunakan untuk membantu mengidentifikasi perkembangan kebakaran, sebaran titik api, serta kondisi areal terdampak sebagai bahan evaluasi dan penentuan strategi penanganan selanjutnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article