Kakek di Kupang Terjebak 3 Hari di Hutan Usai Pulang dari Puskesmas

- Keluarga lapor kehilangan kakek usai terakhir terlihat pulang dari Puskemas Taebenu.
- Pencarian skala besar melibatkan masyarakat, polisi, dan TNI setelah sehari sebelumnya keluarga mencari secara mandiri.
- Kakek ditemukan dalam hutan dengan kepala terjebak dalam lubang dan mengalami luka-luka.
Kupang, IDN Times - Seorang kakek di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Paulus To (67) sempat hilang selama 3 hari dalam hutan usai dirinya pulang dari Puskemas Taebenu.
Ia mengalami kejadian ini di hutan perbatasan antara Desa Oeltua dan Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang sejak Jumat 13/2/2026, sekitar pukul 17.00 WITA. Jalur yang ditelusuinya sebenarnya ada jalur kebun namun nahas membawanya terjebak dalam hutan.
1. Keluarga sempat cari sehari

Warga RT 010 RW 004 Dusun II Desa Oeltua ini terakhir terlihat sore itu sehabis mengunjungi puskesmas dan menyusuri jalan kebun yang sering dilaluinya. Namun ia tak kunjung sampai ke rumah.
Akibat tak kunjung pulang hingga malam hari, pihak keluarga pun melakukan pencarian mandiri selama satu hari penuh. Namun pencarian tak membuahkan hasil.
Keluarga akhirnya bersepakat melaporkan kehilangan kakek tersebut secara resmi ke Polsek Kupang Tengah pada Minggu (15/2/2026). Laporan dibuat dengan nomor B/04/II/Sektor Kupang Tengah tanggal 15 Februari 2026.
2. Kepala terjebak dalam lubang

Laporan ini langsung ditanggapi dengan pencarian skala besar yang melibatkan masyarakat, keluarga, personel Polri, TNI (Babinsa), serta Bhabinkamtibmas setempat. Penyisiran pada pencarian pertama pada hari Minggu itu pun tak membuahkan hasil.
Pencarian akhirnya dilanjutkan pada Senin (16/2/2026) mulai pukul 09.00 WITA. Tim kembali menyisir hutan dari titik kumpul di rumah korban. Pada pencarian hari kedua ini akhirnya berhasil menemukan Kakek Paulus tepatnya pukul 11.05 WITA.
Tim mendapati Paulus To terjebak di dalam hutan perbatasan. Ia dalam kondisi terjebak antara batu karang dengan kepala berada di dalam lubang dan kaki terangkat ke atas.
"Korban ditemukan dalam posisi sulit dan masih bernyawa tapi sangat lemas akibat dehidrasi dan kelelahan setelah tersesat tiga hari," kata Kepala Seksi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randy Hidayat, dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
3. Korban mengalami luka-luka

Pria lanjut usia itu saat ditemukan mengalami telah mengalami luka lecet dan memar di rusuk kanan, luka robek di tangan kanan, lecet pada kaki serta paha kanan, dan luka robek di belakang kepala. Kondisi korban juga masih lemah saat pertama kali ditemukan.
Keluarga korban menyampaikan rasa syukur mendalam atas penemuan ini dan korban pun tengah menjalani perawatan di RS Leona Kupang.
Proses evakuasi berlangsung aman dan kondusif, didukung kehadiran Camat Taebenu, tim Basarnas, Kepala Desa Oeltua Elia Ola, Kapospol Baumata Aipda Munirwan, Bhabinkamtibmas Aipda Eko Bagus, serta sekitar 50 warga sekitar.


















