Program MBG Tetap Jalan di NTB Selama Ramadan, Ini Bocoran Menunya!

- Program MBG tetap dilaksanakan selama Ramadan dengan menu kering
- BGN meminta UMKM untuk pasok makanan kering MBG
- Data Satgas MBG Provinsi NTB menjangkau hampir 1,9 juta orang
Mataram, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Penerima manfaat seperti peserta didik di sekolah akan tetap mendapatkan MBG namun menunya akan disesuaikan dengan produk yang memiliki ketahanan simpan lebih lama.
"Pada prinsipnya MBG tetap dilaksanakan di bulan puasa dengan mekanisme paket kering seperti roti, telur rebus dan sebagainya," kata Kepala BGN Regional NTB Eko Prasetyo dikonfirmasi di Mataram, Senin (16/2/2026).
1. Intervensi gizi tidak boleh putus

Dia menjelaskan intervensi gizi harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak boleh putus. Sehingga program MBG harus tetap dilaksanakan pada bulan Ramadan. Namun, menggunakan menu kering sehingga dapat dibawa pulang oleh peserta didik yang berpuasa.
"Jangan sampai, sekarang dikasih, besok nggak. Dalam rentang waktu misalnya satu bulan, itu waktu yang lama. Sedangkan intervensi gizi harus optimal setiap hari. Sehingga pelaksanaan MBG tetap dilaksanakan saat bulan Ramadan tetapi dengan makanan kering," jelasnya.
2. Libatkan UMKM pasok makanan kering

Eko mengatakan BGN meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melibatkan UMKM dalam memasok makanan kering MBG. Namun, produk UMKM juga harus benar-benar dicek terkait kebersihan dan keamanan pangannya.
"Jangan sampai UMKM asal-asalan, bermasalah juga nanti," kata dia.
Selama ini, kata Eko, pembagian MBG untuk Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui (3B) dirapel tiga hari. Terdiri dari satu paket makanan basah dan dua paket makanan kering. Begitu juga untuk peserta didik, untuk hari Jumat dan Sabtu juga biasanya dirapel, satu paket makanan basah dan satu paket makanan kering.
3. Penerima manfaat MBG di NTB mencapai 1,9 juta jiwa

Data Satgas MBG Provinsi NTB per 1 Februari 2026, program MBG telah menjangkau hampir 1,9 juta orang. Di sektor pendidikan dasar, siswa SD kelas 1 hingga 3 menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 278.009 jiwa, disusul oleh siswa SD kelas 4 hingga 6 sebanyak 266.110 jiwa.
Pada jenjang pendidikan menengah, program ini menjangkau 182.853 siswa SMP, 117.937 siswa MTs, serta total lebih dari 260.000 siswa di tingkat SMA, SMK, dan MA.
Selain itu, program MBG juga menyasar 205.836 Balita, 88.814 anak PAUD, dan 117.827 anak TK. Kemudian Ibu Hamil 32.902 jiwa dan Ibu Menyusui 76.596 jiwa, 117.346 guru, 16.554 tenaga kependidikan, serta 8.194 kader Posyandu.


















