Kupang, IDN Times - Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) Kemenkes, Dr. Sumarjaya mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan terkait penanganan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain medan yang sulit di beberapa wilayah, banyak korban gempa lebih memilih berobat ke dukun atau paranormal.
"Memang ada budaya kadang-kadang di daerah sana itu masyarakatnya kalau patah tulang lebih cenderung berobat ke paranormal atau dukun. Jadi memang kita sudah memberikan edukasi, artinya beberapa masyarakat tadi yang tidak bisa dirujuk, mau dirujuk," ungkap Sumarjaya dikonfirmasi IDN Times, Sabtu (22/8/2026).
