Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Foto pegawai Disperindag Kabupaten Bima saat monitoring harga Sembako di Pasar Woha (Dok/Istimewa)
Foto pegawai Disperindag Kabupaten Bima saat monitoring harga Sembako di Pasar Woha (Dok/Istimewa)

Bima, IDN Times - Jelang Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Woha Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak. Kenaikan harga ini telah berlangsung sekitar sebulan terakhir.

"Harga yang naik signifikan terutama cabai rawit merah dari Rp60 menjadi Rp100 ribu per kilogram," kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bima, Juraidin dikonfirmasi, Kamis (27/2/2025).

1. Harga bawang merah turun

Foto Kabid Perdagangan, Juraidin (kiri) bersama Wabup Bima, Irfan (tengah) saat gelar pasar murah (Dok/Istimewa)

Selain itu, harga kebutuhan lain yang mengalami kenaikan jelang puasa ini seperti cabai merah besar dari Rp50 menjadi Rp70 ribu per kilogram. Kemudian cabai merah keriting dari harga Rp45 ribu menjadi Rp68 ribu per kilogram dan bawang putih kating naik Rp45 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.

"Sementara harga kebutuhan lain seperti telur ayam ras, telur ayam kampung masih normal seperti biasanya. Kalau harga bawang merah justeru turun, dari Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram," jelasnya.

Kenaikan harga kebutuhan jelang hari besar seperti ini lumrah terjadi di Kabupaten Bima. Biasanya kondisi tersebut hanya berlangsung sementara, tidak lama kemudian harga akan kembali normal.

2. Kebutuhan masyarakat meningkat

Foto jajaran Disperindag Bima saat gelar pasar murah (Dok/Istimewa)

Menurut Juraidin, kenaikan sejumlah bumbu dapur tersebut biasanya dipicu karena beberapa faktor. Antara lain, dampak tingginya kebutuhan masyarakat jelang puasa dan kurangnya pasokan dari wilayah Lombok dan Bima.

"Pasokan kurang akibat kurangnya hasil produksi cabai, baik dari wilayah Bima maupun Lombok. Sekarang kan musim hujan, kondisi ini sangat memengaruhi hasil produksi para petani," jelas dia.

3. Adakan pasar murah untuk jaga stabilitas harga

Foto warga saat serbu pasar murah yang diadakan Disperindag Kabupaten Bima (Dok/Istimewa)

Di tengah kenaikan harga ini, Disperindag Bima terus mengadakan gerakan pangan murah guna menekan stabilitas harga. Sejumlah kecamatan yang telah disisir gerakan pangan murah seperti Kecamatan Ambalawi, Monta dan Palibelo.

"Jumat besok, kami akan adakah lagi gerakan pangan murah di Kecamatan Tambora. Kemudian rencananya akan dilanjutkan ke 3 kecamatan lagi," jelasnya.

Menurut Juraidin, harga barang yang dipasarkan di setiap gerakan pangan murah lebih rendah dari harga pasaran. Karena harga barang telah disubsidi oleh pemerintah daerah. 

"Salah satu contohnya, harga beras premium dari harga pasaran Rp70 ribu,  sementara di gerakan pangan murah Rp60 ribu per 5 kilogram. Setiap barang yang kita bawa laris terjual," tandasnya.

Editorial Team