Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Geram Dua Ribu ASN Tak Ikut Upacara, Gubernur NTT Ancam Tak Bayar TPP
Gubernur NTT Melki Laka Lena geram 2 ribu ASN tak hadiri apel pagi. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)
  • Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena marah karena sekitar 2.000 ASN absen saat apel perdana, dan memerintahkan pemeriksaan detail terhadap mereka yang tidak hadir tanpa keterangan.
  • Melki menegaskan kehadiran dan kinerja ASN akan jadi dasar pencairan TPP, hanya ASN disiplin dan berdampak positif yang berhak menerima tunjangan tersebut.
  • Ia juga memperingatkan agar tidak ada manipulasi data kemiskinan, menekankan pentingnya validasi akurat melalui kolaborasi lintas sektor demi program tepat sasaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan ancaman tidak membayarkan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi sekitar dua ribu ASN yang tidak hadir dalam apel bersama Pemerintah Provinsi NTT.
  • Who?
    Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, sekitar 5.885 ASN Pemprov NTT, serta pimpinan perangkat daerah, BKD, dan Inspektorat yang diminta memeriksa ketidakhadiran pegawai.
  • Where?
    Kegiatan apel berlangsung di halaman depan Gedung Sasando, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Apel bersama dilaksanakan pada Senin, 23 Februari 2026, pagi hari saat Gubernur Melki memimpin langsung kegiatan tersebut.
  • Why?
    Tindakan tegas diambil karena Gubernur menilai ketidakhadiran ribuan ASN tanpa keterangan mencerminkan rendahnya disiplin dan dapat mengganggu kinerja serta integritas pelayanan publik.
  • How?
    Pemeriksaan detail absensi dilakukan oleh BKD dan Inspektorat; hasil evaluasi kehadiran akan dijadikan dasar pertimbangan pencairan TPP hanya bagi ASN dengan kinerja baik dan disiplin tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena geram atas ketidakhadiran sekitar dua ribu aparatur sipil negara (ASN) pada saat upacara bersama lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Senin (23/2/2026). Melki menyatakan kekecewaannya dan mengancam tegas dengan tidak membayarkan tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Baru pertama kali ini saya pimpin apel dan kurang lebih 2.000 ASN tidak hadir. Ini harus kita tindak dan kita sanksi dengan tegas, apalagi yang tidak ada keterangan jelas. Ini tidak boleh dibiarkan!,” tegas Melki saat memimpin upacara di halaman depan Gedung Sasando.

1. Akan periksa secara detail

Gubernur NTT Melki Laka Lena geram 2 ribu ASN tak hadiri apel pagi. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

Jumlah ASN Pemprov NTT tercatat sebanyak 5.885 orang. Sementara berdasarkan laporan awal diketahui ada 3.790 orang yang hadir pada upcara pagi yang dipimpin langsung Gubernur Melki. Melki pun menyoroti 2.095 orang yang alpa.

Melki langsung memerintahkan pimpinan perangkat daerah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta Inspektorat untuk memeriksa detail ASN yang tidak hadir saat itu. Ia menyebut ASN yang alpa bisa menjadi sandungan dalam kepemimpinannya.

“Kalau kita tidak tegas, ini bisa jadi ‘virus’. Yang malas, yang datang hanya untuk absen lalu pulang, itu akan memengaruhi yang lain,” tegas Melki.

Berdasarkan hasil absensi diketahui 1.914 ASN tak hadir tanpa keterangan, sementara 24 ASN tugas belajar, 32 orang cuti, 3 orang diperbantukan, 54 orang sakit, 64 orang izin, dan 4 orang masa persiapan pensiun atau MPP.

2. Ancam tak cairkan TPP

Gubernur NTT Melki Laka Lena geram 2 ribu ASN tak hadiri apel pagi. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

Melki pada saat yang sama menegaskan hasil evaluasi kehadiran akan menjadi pertimbangan dalam pencairan TPP karena yang berkinerja buruk termasuk yang alpa. Baginya TPP hanya berlaku bagi ASN yang berkinerja baik dan berdampak.

“Tolong dicek teliti, laporkan ke kami, agar jadi pertimbangan membayarkan TPP. Karena TPP dibayarkan bagi ASN yang berkinerja baik,” katanya.

Ia mengingatkan, disiplin ASN bukan sekadar soal kehadiran atau kepatuhan administratif, melainkan cerminan integritas, dedikasi, dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.

3. Singgung soal data kemiskinan

Gubernur NTT Melki Laka Lena geram 2 ribu ASN tak hadiri apel pagi. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

Selain soal disiplin, Melki pada saat yang sama dengan tegas akan menindak tegas oknum yang bermain-main dengan data masyarakat miskin.

“Karena yang kita urus itu orang miskin, bukan orang yang ‘bermental miskin’!” tegasnya.

Ia memastikan validasi data berjalan akurat dan program tepat sasaran dengan membentuk kolaborasi lintas sektor atau pentahelix dengan melibatkan RT/RW, aparatur desa dan kelurahan, tenaga kesehatan, hingga unsur TNI-Polri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team