Ilustrasi pekerjaan proyek.(ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Wahyudin menjelaskan sektor konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,76 persen dari sisi produksi. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,21 persen.
PMTB adalah pengeluaran untuk barang modal yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun dan tidak merupakan barang konsumsi. PMTB mencakup bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, bangunan lain seperti jalan dan bandara, serta mesin dan peralatan.
Wahyudin menjelaskan sektor konstruksi yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,76 persen pada triwulan I 2023. Berdasarkan data pengadaan semen dari Asosiasi Semen Indonesia, pengadaan semen pada triwulan I 2023 sebanyak 298.396 ton atau naik sebanyak 50.928 ton jika dibandingkan triwulan I 2022 sebanyak 247.468 ton.
Kemudian sektor perdagangan yang tumbuh sebesar 9,07 persen. Karena terjadi peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor. Selain itu, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat seiring penghapusan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Sedangkan jasa perusahaan yang tumbuh 7,68 persen karena meningkatnya aktivitas agen perjalanan dan biro perjalanan wisata. Karena sudah banyak orang yang melakukan wisata serta melakukan perjalanan umroh sejak dibuka kembali. Usaha yang sebelumnya sudah tutup mulai buka dan aktif kembali pada awal tahun 2023.