Ekonomi NTB Triwulan III 2024 Tumbuh 6,22 Persen

Mataram, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan III 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 6,22 persen year on year (y-on-y). Perekonomian NTB berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan III-2024 mencapai Rp46,97 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp28,13 triliun.
"Ekonomi NTB Triwulan III-2024 dibanding Triwulan III-2023 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 6,22 persen. Pertumbuhan terjadi pada 15 lapangan usaha sedangkan 2 lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi," kata Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Selasa (5/11/2024).
1. Pertambangan dan penggalian tumbuh signifikan

Wahyudin menjelaskan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah pertambangan dan penggalian sebesar 18,05 persen. Kemudian penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 11,74 persen dan jasa keuangan dan asuransi sebesar 10,82 persen.
Selanjutnya, lapangan usaha pengadaan listrik dan gas tumbuh 9,37 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 8,53 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 6,89 persen dan jasa perusahaan tumbuh 5,61 persen.
Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi adalah pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 3,20 persen dan konstruksi sebesar 0,35 persen.
Sementara itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memiliki share paling dominan terhadap perekonomian di NTB tumbuh sebesar 2,28 persen. Sedangkan lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang share-nya tertinggi kelima tumbuh sebesar 4,57 persen.
2. Tumbuh 0,23 persen pada triwulan III dibandingkan triwulan II 2024

Sementara itu, kata Wahyudin, pertumbuhan ekonomi NTB truwulan III 2024 dibandingkan triwulan II 2024 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 0,23 persen. Pertumbuhan terjadi pada 11 lapangan usaha sedangkan 6 lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah industri pengolahan sebesar 40,32 persen, konstruksi sebesar 8,23 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 3,83 persen. Kemudian lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh 3,34 persen, real estate tumbuh 1,82 persen dan jasa pendidikan tumbuh 1,58 persen.
Sementara itu, lapangan usaha yang terkontraksi adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 11,96 persen.
Selanjutnya, pertambangan dan penggalian sebesar 9,32 persen, pengadaan listrik dan gas sebesar 4,12 persen, jasa lainnya sebesar 2,71 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,53 persen dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 0,13 persen.
Struktur PDRB Nusa Tenggara Barat Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Triwulan III-2024 secara umum masih sama dengan periode sebelumnya. Perekonomian NTB masih didominasi oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 22,33 persen; diikuti oleh Pertambangan dan Penggalian sebesar 19,43 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 14,06 persen; dan Konstruksi sebesar 8,99 persen.
Ekonomi NTB Triwulan I sampai triwulan III-2024 dibanding Triwulan I sampai Triwulan III-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 7,32 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada 17 lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Pertambangan dan Penggalian sebesar 24,17 persen, Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 11,35 persen dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,74 persen.
Selanjutnya, lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh 6,82 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh 6,68 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh 5,73 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh 5,54 persen dan Jasa Perusahaan tumbuh 5,34 persen.
"Sementara itu, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki share paling dominan terhadap perekonomian Provinsi NTB tumbuh sebesar 1,19 persen. Sedangkan lapangan usaha Konstruksi yang share-nya tertinggi keempat tumbuh sebesar 2,91 persen," kata Wahyudin.
3. PDRB menurut pengeluaran

Wahyudin juga menjelaskan PDRB NTB menurut pengeluaran. Ekonomi NTB Triwulan III 2024 dibanding Triwulan II 2024 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,23 persen (q-to-q). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto yang tumbuh sebesar 5,57 persen.
Komponen lain yang mengalami pertumbuhan adalah komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 2,16 persen. Sedangkan komponen yang mengalami kontraksi adalah Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 6,29 persen;
Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 1,21 persen; dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,71 persen.
Komponen Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang dalam PDRB Menurut Pengeluaran tumbuh sebesar 1,81 persen.
Dia menyebutkan struktur PDRB NTB menurut pengeluaran Atas Dasar Harga Berlaku Triwulan III-2024 sama dengan periode sebelumnya.
Perekonomian NTB didominasi oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 55,73 persen. Diikuti komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 54,21 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 34,57 persen; Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 12,48 persen; dan Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 1,64 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa yang menjadi faktor pengurang dalam PDRB memiliki share sebesar 58,71 persen.
Sedangkan ekonomi NTB pada Triwulan III-2024 terhadap Triwulan III-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,22 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 14,26 persen; diikuti oleh komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT tumbuh sebesar 12,84 persen.
Selanjutnya, komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 4,41 persen dan komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh sebesar 1,08 persen. Sedangkan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto mengalami kontraksi sebesar 0,11 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa yang menjadi faktor pengurang tumbuh sebesar 15,54 persen.
Sementara, ekonomi NTB selama Triwulan I sampai Triwulan III-2024 dibanding Triwulan I sampai Triwulan III-2023 tumbuh sebesar 7,32 persen (c-to-c). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 27,91 persen dan diikuti komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 15,05 persen.
Berikutnya komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh sebesar 5,45 persen; komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 4,86 persen; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh sebesar 3,23 persen. Sedangkan Komponen Impor Barang dan Jasa yang menjadi faktor pengurang tumbuh sebesar 15,84 persen.



















