Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Warga Reok di Flores Tertimpa Bangunan saat Gempa Susulan
Warga korban gempa susulan dievakuasi anggota Satpolairud Polres Manggarai. (Dok Polda NTT)
  • Dua pria, Haji Kohar dan Marselinus Ntahak, tertimpa puing bangunan saat gempa susulan di kawasan pertokoan Reo, Manggarai Timur, Senin pagi, lalu dievakuasi untuk perawatan medis.
  • Polres dan posko bencana mengimbau warga Flores, khususnya Reo, menjauhi bangunan retak atau berpotensi roboh karena gempa susulan masih mengancam keselamatan.
  • Jumlah pengungsi turun menjadi 30.098 orang per 29 Agustus 2026, sementara bantuan kebutuhan dasar, pemulihan fasilitas, dan evakuasi pasien tetap berjalan, termasuk melalui dukungan udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dua pria tertimpa puing bangunan yang runtuh saat gempa susulan di kawasan pertokoan Lingkungan Bari, Kelurahan Reo, lalu dievakuasi untuk memperoleh perawatan medis.
  • Who?
    Haji Kohar (52), wiraswasta asal Lombok yang berdomisili di Reo, dan Marselinus Ntahak (45), pengemudi ojek warga Nagabanda, menjadi korban. Satpolairud Polres Manggarai Timur melakukan evakuasi.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di kawasan pertokoan Lingkungan Bari, Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Gempa susulan terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 10.30 WITA.
  • Why?
    Guncangan gempa susulan menyebabkan material bangunan runtuh. Kedua korban tidak dapat menghindari puing bangunan tersebut.
  • How?
    Tim Satpolairud Polres Manggarai Timur yang dipimpin AKP Yosef Suyitno Soloilur menangani korban di lokasi dan membawa mereka ke Posko Kesehatan Barangkolong untuk penanganan medis serta darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua bapak di Reok, Manggarai Timur, tertimpa puing bangunan saat gempa susulan. Mereka bernama Haji Kohar dan Marselinus. Polisi membawa mereka ke pos kesehatan untuk dirawat. Orang-orang diminta tidak dekat bangunan retak. Banyak pengungsi sudah pulang, tapi bantuan dan evakuasi masih terus diberikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Musibah menimpa dua warga di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT), saat gempa susulan mengguncang Pulau Flores pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.30 WITA. Kedua korban diketahui bernama Haji Kohar (52) dan Marselinus Ntahak (45).

Saat kejadian, keduanya berada di kawasan pertokoan Lingkungan Bari, Kelurahan Reo, dan tertimpa puing-puing bangunan akibat guncangan gempa susulan. Keduanya kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

1. Sudah mendapatkan perawatan medis

Warga korban gempa susulan dievakuasi anggota Satpolairud Polres Manggarai. (Dok Polda NTT)

Korban bernama Haji Kohar sendiri adalah wiraswasta asal Lombok yang berdomisili di lokasi. Sementara Marselinus adalah pengemudi ojek warga Nagabanda, Kelurahan Baru.

"Keduanya tak bisa menghindari material bangunan yang runtuh saat gempa," jelas Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto membenarkan kejadian ini.

Ia a menyebut kedua korban langsung ditangani oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Manggarai di lokasi. Tim ini dipimpin Kasat Polairud AKP Yosef Suyitno Soloilur.

"Yang mana segera mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian ke Posko Kesehatan Barangkolong untuk mendapatkan penanganan medis dan penanganan darurat lebih lanjut," ungkapnya.

2. Pesan untuk selalu waspada

Warga korban gempa susulan dievakuasi anggota Satpolairud Polres Manggarai. (Dok Polda NTT)

Ia mengimbau seluruh masyarakat Flores, khususnya di wilayah Reo, agar selalu waspada dan tidak mendekati bangunan yang retak atau berpotensi roboh.

"Karena mengingat potensi gempa susulan masih dapat membahayakan keselamatan warga," tukasnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Manggarai Timur, Winsensius Tala. Ia menyebut jumlah pengungsi berkurang karena masyarakat memilih kembali ke kediaman masing-masing.

"Namun patut diwaspadai dengan adanya gempa susulan yang dapat berdampak pada bangunan-bangunan yang sudah tak aman," kata dia.

3. Bantuan masih diberi saat jumlah pengungsi berkurang

Warga korban gempa susulan dievakuasi anggota Satpolairud Polres Manggarai. (Dok Polda NTT)

Sebelumnya Winsensius mencatat masih adanya 30.098 orang yang bertahan di pengungsian hingga 29 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA. Angka tersebut turun 1.274 orang dibandingkan jumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai 31.372 orang.

"Namun sampai saat ini kebutuhan warga terdampak, terutama pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan fasilitas yang rusak akibat gempa, masih menjadi perhatian," tandasnya.

Warga terdampak masih mendapat distribusi bantuan yang akan disalurkan ke sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Lamba Leda Timur, Lamba Leda, Lamba Leda Utara, Borong, Congkar, Borong Elar, Elar Selatan, Kota Komba, Kota Komba Utara, Desa Leong dan Desa Lencur.

"Untuk wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, distribusi bantuan dilakukan dengan dukungan udara. Posko juga masih melakukan evakuasi pasien dari daerah yang aksesnya sulit," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article