Bima, IDN Times - Kasus tewasnya joki cilik bernama Arjun Bimantara saat sesi latihan di arena balapan Desa Panda Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) jadi sorotan publik. Sejumlah lembaga pemerintahan ikut menyesalkan peristiwa nahas yang menimpa bocah berusia 12 tahun itu. Sementara orang tua korban diduga sengaja memanfaatkan anaknya untuk latihan dan mengikuti lomba agar mendapatkan uang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bima, Nurdin dikonfirmasi ikut menyesalkan tragedi tersebut. Namun pihaknya belum mengetahui kronologis pasti kejadian, termasuk klaster kuda yang ditunggangi, apakah sesuai dengan umur korban atau tidak.
"Kami gak tahu ada pelatihan. Tapi langsung dapat informasi ada korban yang meninggal dunia. Saat itu saya masih di Mataram," katanya dikonfirmasi, Senin (14/8/2023).
