Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diterjang Angin Kencang, Belasan Atap Rumah Warga di Dompu Ambruk
Foto rumah warga di Dompu usai diterjang angin kencang (Dok/Polsek Woja)

Dompu, IDN Times - Bencana angin kencang menerjang Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (31/12/2022) sekira pukul 15.00 Wita. Akibatnya, 13 unit rumah warga di Kecamatan Woja dan Manggelawa dilaporkan mengalami kerusakan parah.

"Rata-rata rusak parah, karena angin tadi cukup kencang," jelas Kapolsek Woja Inspektur Dua Zainal Arifin.

1. 13 unit rumah rusak parah

Kondisi rumah warga usai diterpa angin kencang (Dok/Polsek Woja)

Di Kecamatan Woja kata Zainal setidaknya ada sembilan unit rumah warga dilaporkan rusak diterpa bencana alam tersebut. Terdiri dari 4 unit di Desa Matua, 3 unit Desa Riwo dan 2 unit Desa Mumbu.

"Selain di Kecamatan Woja, ada juga di Desa Teka Sire Kecamatan Manggelawa. Di sana ada empat rumah yang rusak," terangnya.

 

2. Sejumlah pohon tumbang

Anggota Polsek Woja bersama warga sesaan bersihkan pohon tumbang (Dok/Polsek Woja)

Kondisi 13 unit rumah di dua kecamatan tersebut, rata-rata mengalami rusak parah. Bagian atap dan dinding ambruk setelah diterpa angin kencang.

"Gak ada korban jiwa, pemilik langsung keluar rumah saat terjadi angin kencang," terang.

Selain menghantam rumah warga, angin kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Untungnya, pohon-pohon tersebut tidak menimpa rumah warga dan cepat dibersihkan aparat bersama masyarakat setempat

3. Korban dievakuasi ke rumah tetangga

Ilustarsi Puting Beliung (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara korban yang terdampak bersama barang, dievakuasi oleh pihaknya ke rumah warga lain. Mereka akan menginap sementara waktu di rumah tetangga sembari menunggu bantuan tanggap darurat dari otoritas terkait.

Belum diketahui jumlah kerugian akibat dari bencana alam tersebut. Saat ini pemerintah desa masing-masing wilayah sedang fokus melakukan pendataan. 

"Belum ada laporan untuk data kerugiannya. Begitu juga dengan bantuan tanggap darurat, sampai sekarang Pemda belum ada yang turun," tandasnya.

Editorial Team

Related Article